BAB I
UMUM
1.1 Kertas
Kertas yang digunakan baik pada saat menyusun proposal maupun buku Tesis adalah jenis HVS putih, minimum 80 gram dan ukuran A4.
Cover (halaman sampul) Proposal Tesis menggunakan kertas buffalow warna emas (gold), sedangkan cover buku Tesis dengan menggunakan karton tebal dilapisi linen warna emas (gold).
1.2 Pengetikan
a. Bidang pengetikan (Margin) berjarak 4 cm dari tepi kiri kertas (Left), 3 cm dari tepi atas (Top) dan tepi bawah kertas (Bottom), dan 2.5 cm dari tepi kanan kertas (Right). (lihat Lampiran 1)
b. Diketik dengan penyunting kata seperti Word, Word Perfect, WS2000 atau lainnya dengan menggunakan jenis huruf Times New Roman berukuran 12.
c. Pengetikan dilakukan rata kanan dan kiri (justify) kecuali halaman-halaman tertentu, dengan tetap memenuhi kaidah penulisan sesuai Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan, dan hanya ada satu sisi halaman, tidak timbal balik.
d. Judul bab diketik pada batas atas bidang pengetikan, disusun simetris menggunakan huruf besar semua, tanpa penggarisbawahan atau pembubuhan titik di akhir judul. Nomor bab menggunakan lambang angka Romawi.
e. Judul sub-bab dan anak sub-bab diketik dari batas kiri bidang pengetikan dengan menggunakan huruf kecil kecuali awal kata yang diketik dengan huruf besar. Penomoran dilakukan dengan memberi nomor bab dengan angka Arab dan nomor sub-bab/anak sub-bab bersangkutan dipisah dengan tanda titik dan tanpa diakhiri titik.
f. Bila masih diperlukan sub-sub bab, maka penamaannya menggunakan huruf kecil seperti pada butir (e) dan penomoran mengikuti pola penomoran di atas.
g. Awal alinea diketik mulai dari batas kiri bidang pengetikan. Dalam teks, sesudah tanda baca titik (.), titik dua (:), koma (,), dan titik koma (;) hendaknya diberi dua ketukan kosong, sedangkan sesudah koma diberi hanya satu ketukan kosong.
h. Semua bagian Tesis diketik dengan spasi 1.5, kecuali judul-judul dan keterangan gambar, grafik, lampiran, dan tabel. Jarak antara akhir judul bab dengan awal teks 3 (tiga) baris. Jarak antara akhir teks dengan sub-judul, maupun antara sub-judul dan awal teks berikutnya 2 (dua) baris. Jarak antar alinea sama dengan jarak antarbaris, yaitu satu setengah spasi.
i. Bagian kepala Tesis diberi nomor dengan angka Romawi kecil, sedangkan bagian tubuh, dan bagian ekor Tesis diberi nomor halaman dengan angka Arab. Nomor halaman dicantumkan di kanan atas, kecuali halaman bab baru penomorannya di tengah bawah.
(lihat Lampiran 2)
1.3 Pencetakan dan Penjilidan
Tulisan-tulisan yang berada di dalam Proposal Tesis maupun Buku Tesis dicetak dengan menggunakan tinta warna hitam, kecuali tulisan pada halaman sampul Buku Tesis dengan menggunakan warna merah tua. Untuk logo UDINUS dapat dicetak sesuai dengan warna aslinya, sedangkan untuk peta atau gambar yang warnanya mengandung nilai informasi harus dicetak sesuai warna aslinya.
Pencetakan tulisan pada menggunakan printer ink-jet, buble-jet atau laser-jet dengan resolusi normal.
Proposal Tesis dijid setelah mendapatkan persetujuan dari pembimbing yang ditandai dengan tanda tangan pembimbing masing-masing. Pada punggung Proposal Tesis dilapisi lak-ban warna hitam. Jumlah Proposal Tesis yang harus dijilid sebanyak 4 buah, masing-masing 1 buah untuk mahasiswa, 1 buah untuk setiap pembimbing dan 1 buah untuk sekretariat PPS MKTI UDINUS. Jika pembimbing tesis mahasiswa menggunakan advisor atau pembimbing luar, maka harus menambah 1 buah proposal lagi untuk pembimbing tersebut.
Buku Tesis dijilid dengan hard-cover dengan memberikan tambahan pita warna merah tua pada bagian atas tulang punggung Tesis dan pada keempat sudut halaman sampul Buku Tesis diberi penutup metal (klem segitiga). Buku Tesis yang harus dikumpulkan pada sekretariat PPS MKTI UDINUS sebanyak 2 buah.
BAB II
SUSUNAN PROPOSAL TESIS
2.1 [Halaman Sampul]
Halaman ini merupakan halaman sampul Proposal Tesis dan berisi keterangan yang menyatakan dengan urutan dari atas hingga ke bawah sebagai berikut:
• Jenis dokumen
PROPOSAL TESIS
• Judul Proposal Tesis secara lengkap
• Kata Penyusun
OLEH:
• Nama Lengkap Penyusun (Tanpa Gelar)
• Nomor Pokok Mahasiswa
• Lambang Universitas Dian Nuswantoro
• Nama Program Studi dan Universitas
PROGRAM PASCA SARJANA
MAGISTER KOMPUTER TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
• Tempat penyusunan
SEMARANG
• Tahun penyusunan
Semua huruf dicetak dengan huruf besar pada kertas buffalow warna kuning emas dan tinta cetak warna hitam. Komposisi huruf dan tata letak masing-masing bagian diatur simetris (centered alignment), rapi, dan serasi.
2.2 [Halaman Judul]
Halaman ini sama tepat dengan halaman sampul, tetapi dicetak pada kertas HVS-putih dengan tinta cetak warna hitam.
2.3 Pengesahan Proposal Tesis
Lembar ini berisi pengesahan Proposal Tesis oleh pembimbing Tesis sebagai bukti bahwa penyusunan proposal tersebut telah melalui proses bimbingan dan konsultasi dengan para pembimbing, serta siap untuk dipertahankan dihadapan Komiter Seminar pada Seminar Proposal Tesis. (lihat Lampiran 2 dan 3)
2.4 Abstrak
Halaman ini menyajikan intisari dari Proposal Tesis, yang mencakup:
• masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya
• metode yang digunakan
• hasil yang diharapkan
Dalam abstrak tidak diperkenankan mencantumkan informasi yang tidak dibahas dalam Proposal Tesis. Abstrak hendaknya tidak lebih daripada 200 kata dan tidak menyebutkan acuan (lihat Lampiran 12; tanpa diikuti penjelasan halaman).
2.5 [Bab-Bab Isi Proposal Tesis]
Umumnya isi Proposal Tesis mencakup topik/bab di bawah ini. Judul dari setiap bab diperbolehkan disesuaikan dengan topik dan kreativitas penulis, hanya substansi dan urutan setiap bab harus dipertahankan.
A. LATAR BELAKANG
Latar belakang berisi tentang berbagai alasan mengapa topik tersebut cukup penting untuk dibahas, dikaitkan dengan ruang lingkup pemanfaatan atau pendayagunaan teknologi komputer atau perkembangan teknologi informatika pada umumnya. Latar belakang hendaknya menggambarkan masalah aktual yang diduga atau memang memerlukan pemecahan masalah. Kejelasan timbulnya masalah akan mempermudah perumusan masalah.
B. PERUMUSAN MASALAH
Masalah yang akan dicari pemecahannya melalui penelitian yang diajukan untuk Tesis hendaknya dirumuskan dalam bentuk deklaratif tegas dan jelas guna menambah ketajaman perumusan, sehingga para pembaca nantinya dapat menyimpulkan bahwa isi Tesis dan kesimpulan Tesis memang merupakan jawaban masalah penelitian yang ditetapkan. Pada prinsipnya, masalah yang akan dicari penyelesaiannya harus cukup terbatas ruang lingkupnya agar dapat dimungkinkan pengambilan kesimpulannya yang definitif. Pengertian terbatas itu hendaknya ditetapkan dengan berorientasi pada prospek kegunaannya. Jika dalam perumusan masalah mengandung penelitian yang bersifat deskriptif, hendaknya dilengkapi dengan hipotesa atau hasil yang diharapkan.
C. TUJUAN DAN MANFAAT
Bab ini berisi uraian singkat mengenai rincian gambaran tujuan, solusi yang akan dicapai. Hal tersebut mencakup tujuan spesifik, lingkup luas, target solusi yang spesifik dan “deliverables” Tesis. Uraikan juga secara singkat tetapi jelas manfaat gagasan kreatif dari hasil Tesis ini untuk dikontribusikan kepada bidang ilmu pengatahuan dan teknologi, dan atau kepada pengembangan kelembagaan atau pembangunan, atau menimbulkan suatu inspirasi yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa lainnya. Secara umum tujuan dan manfaat ini dapat menggambarkan kontribusi yang diberikan penelitian Tesis.
D. TINJAUAN PUSTAKA
Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian yang akan dilakukan. Tinjauan pustaka menguraikan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari acuan yang akan dijadikan landasan untuk melakukan kegiatan penelitian. Uraian dalam tinjauan pustaka difokuskan pada acuan yang mengarah pada kerangka pemikiran atau konsep yang akan digunakan untuk penelitian. Tinjauan pustaka mengacu pada daftar pustaka dan usahakan pustaka yang terbaru, relevan dan asli.
E. METODE PENELITIAN
Uraikan metode yang digunakan dalam penelitian Tesis ini secara rinci. Uraian dapat mencakup variabel dalam penelitian, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data dan penafsiran, metode-metode analisis yang digunakan, model analisis dan pendekatan yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian sehingga dapat ditarik kesimpulan.
Metode penelitian dapat diadopsi dari konsep/framework/teori tertentu yang telah ada atau menyusun metode sebagai modifikasi dari metode yang telah ada. Pada prinsipnya, metode penelitian lebih difokuskan untuk memberikan arahan pada aktifitas/proses yang akan dikerjakan untuk mencapai tujuan Tesis dan bukan pada hasil atau solusi.
Oleh karena itu, dalam bagian ini hendaknya disampaikan kerangka pemikiran yang berisi tentang berbagai hal yang erat kaitannya dengan masalah penelitian untuk memberikan gambaran yang jelas tentang peranan masalah penelitian yang diteliti. Kerangka pemikiran harus utuh menuju satu tujuan yang tunggal yaitu memberikan jawab atas kalimat-kalimat deklaratif yang disusun dalam perumusan masalah. Kerangka pemikiran disusun dalam bentuk bagan/skema yang harus diuraikan dengan singkat tapi jelas.
2.6 Jadwal Penyusunan Tesis
Bab ini berisi tahapan penyusunan Tesis dilengkapi dengan milestone-nya. Dalam bab ini juga dapat ditambahkan hal-hal lainnya, misalnya kendala yang ada, kemungkinan perubahan/alternatif, dan lain-lain. Yang harus diperhatikan dalam Jadwal Penyusunan Tesis difokuskan pada proses, aktifitas atau rincian tugas/pekerjaan yang akan dilakukan bukan dalam bentuk bab penulisan.
2.7 Daftar Pustaka
Halaman ini berisi daftar pustaka/acuan yang digunakan dalam penyusunan Tesis. Bila terdapat lampiran-lampiran, maka lampiran tersebut diletakkan setelah Daftar Pustaka.
BAB III
SUSUNAN TESIS
Tiap Tesis Magister Komputer Teknik Informatika Universitas Dian Nuswantoro terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:
1. Bagian kepala, yang meliputi
A [HALAMAN SAMPUL]
B [HALAMAN JUDUL]
C PENGESAHAN STATUS TESIS
D PERNYATAAN PENULIS
E PERSETUJUAN TESIS
F PENGESAHAN TESIS
G ABSTRACT
H ABSTRAK
I ACKNOWLEDGMENTS
J DAFTAR ISI
K DAFTAR GAMBAR
L DAFTAR TABEL
M DAFTAR LAMPIRAN
N DAFTAR ISTILAH
2. Bagian tubuh, yang meliputi
A. BAB PENDAHULUAN
B. BAB-BAB ISI
C. BAB PENUTUP
3. Bagian ekor, yang meliputi:
A. DAFTAR
B. GAMBAR-GAMBAR (bila diperlukan)
C. TABEL-TABEL (bila diperlukan)
D. LAMPIRAN-LAMPIRAN (bila diperlukan)
E. RALAT (bila diperlukan)
3.1 Bagian Kepala
A. [HALAMAN SAMPUL]
Halaman ini merupakan kulit luar penjilidan Tesis, yang bahannya karton tebal dilapisi linen warna kuning emas (gold) dan selubung plastik transparan. Huruf-huruf pada sampul dicetak dengan tinta cetak warna merah tua (dark red), menyatakan dengan urutan dari atas hingga ke bawah sebagai berikut:
• Judul Tesis ditulis lengkap
• Kata Penyusun
Oleh:
• Nama Lengkap Penyusun (Tanpa Gelar)
• Nomor Pokok Mahasiswa
• Pernyataan Tujuan Tesis
Tesis diajukan sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Magister Komputer
• Lambang Universitas Dian Nuswantoro
• Nama Lengkap Program dan Universitas
PROGRAM PASCA SARJANA
MAGISTER KOMPUTER TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
• Tempat penyusunan
SEMARANG
• Tahun penyusunan
Huruf yang digunakan adalah Times New Roman, dan dicetak dengan huruf besar kecuali Kata Penyusun (hanya pada awal kata ‘Oleh’) dan Pernyataan Tujuan Tesis (hanya pada awal kata ‘Tesis’). Komposisi huruf dan tata letak masing-masing bagian diatur simetris, rapi, dan serasi. (lihat Lampiran 4)
Pada punggung halaman sampul dicetak nama familiar penulis, nomor pokok mahasiswa, judul Tesis, tahun Tesis disusun, nama program (MAGISTER KOMPUTER), nama universitas (UDINUS) dan logo universitas. Huruf yang digunakan Times New Roman dan huruf besar (balok) dengan pencetakannya mengikuti cara Anglo-Saxon, yaitu dari kiri ke kanan jika punggung buku menghadap pembaca dan halaman sampul menghadap ke atas.
Di bagian atas tengah pada punggung halaman sampul Tesis, diberi pita warna merah muda (untuk penanda halaman baca) sepanjang tingginya buku Tesis ditambah 5 (lima) cm. (lihat Lampiran 5)
B. [HALAMAN JUDUL]
Halaman ini sama tepat dengan halaman sampul, tetapi dicetak pada kertas HVS putih dengan tinta cetak warna hitam.
C. PENGESAHAN STATUS TESIS
Status Tesis dikategorikan menjadi 3 yaitu:
• Sangat Rahasia
Tesis dengan kategori ini mengandung isi tentang keselamatan atau kepentingan negara Indonesia.
• Rahasia
Tesis dengan kategori ini mengandung isi tentang kerahasiaan dari suatu organisasi/badan/vendor di mana penelitian dikerjakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh organisasi tersebut.
• Biasa
Selain kedua kategori di atas
Halaman ini boleh disertakan boleh tidak, jika tidak disertakan berarti status Tesis dianggap Biasa. Jika Status Tesis Sangat Rahasia atau Rahasia, maka wajib disertakan dengan disahkan oleh pembimbing utama atau advisor dan dilampiri surat dari pihak yang berkuasa/organisasi yang menyatakan bahwa Tesis tersebut berkategori Sangat Rahasia atau Rahasia. (lihat Lampiran 6 dan 7)
D. PERNYATAAN PENULIS
Halaman ini mengandung pengakuan dari penulis tentang keaslian isi Tesis sebagai karya sendiri bukan hasil saduran dari karya ilmiah lainnya kecuali cuplikan dan ringkasan yang disertai dengan sumber yang jelas. (lihat Lampiran 8)
E. PERSETUJUAN TESIS
Sebelum Tesis diujikan dalam Sidang Tesis, maka harus mendapatkan tanda tangan persetujuan dari semua pembimbing dan diperkuat (diketahui) oleh direktur MKTI UDINUS. Halaman ini juga menandakan bahwa penyusunan Tesis ini telah melalui prosedur pembimbingan dan pembimbing menyetujui terhadap isi dari Tesis yang Anda susun. (lihat Lampiran 9)
F. PENGESAHAN TESIS
Halaman ini akan ditandatangi dan disahkan oleh Dewan Penguji setelah Anda lulus Sidang Tesis dan telah dilakukan perbaikan-perbaikan (jika ada) sesuai denga masukan-masukan dari Dewan Penguji. (lihat Lampiran 10)
G. ABSTRACT
Halaman ini menyajikan intisari Tesis kepada pembaca dalam Bahasa Inggris, yang mencakup:
• masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya
• metoda yang digunakan
• hasil yang diperoleh, dan
• kesimpulan utama dan saran yang diajukan
Abstrak harus disertakan dalam 2 bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Abstrak dalam bahasa Inggris diletakkan di depan abstrak dalam bahasa Indonesia. Jangan sekali-kali mencantumkan informasi ataupun kesimpulan yang tidak dibahas dalam Tesis. Abstrak hendaknya tidak lebih daripada 200 kata dan tidak menyebutkan acuan. Pada akhir abstrak dicantumkan data tebal Tesis serta rincian ragam lampiran dan jumlah acuan yang digunakan serta kisaran tahun acuan tersebut. (Lampiran 10)
H. ABSTRAK (dalam bahasa Indonesia)
Halaman ini berisi intisari dari Tesis yang merupakan terjemahan dari abstrak Bahasa Inggris. (lihat Lampiran 12)
I. ACKNOWLEDGMENTS
Pada dasarnya halaman ini memuat ucapan terima kasih mahasiswa kepada mereka yang telah telah berjasa dalam penysunan Tesis. Misalnya, orang/lembaga yang memberikan ide, referensi, menyediakan peralatan penunjang Tesis atau yang memberikan biaya penulisan Tesis. Kalimat-kalimatnya pendek, terdiri dari beberapa alinea, namun tidak lebih dari ¾ halaman.
Judul ACKNOWLEDGMENTS diketik simetris di batas atas bidang pengetikan, tanpa penggarisbawahan dan tanpa pembubuhan titik akhir. Di akhir teks dicantumkan tempat, bulan dan tahun penyelesaian Tesis di kanan bawah, yang diikuti kata "Penulis" di bawahnya. Di bagian tengah bawah diketik nomor halaman dengan angka Romawi kecil. (lihat Lampiran 13)
J. DAFTAR ISI
Halaman ini memaparkan semua judul bab dan judul sub-bab dalam suatu daftar yang disusun secara vertikal. Semua judul bab diketik dengan huruf besar, sedangkan sub-bab, anak sub-bab dan rinciannya hanya huruf awalnya diketik dengan huruf besar.
Daftar Isi diawali dengan butir ABSTRACT, ABSTRAK, ACKNOWLEDGMENTS, DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL, DAFTAR LAMPIRAN (bila ada), yang diikuti keterangan halaman masing-masing (dalam angka Romawi kecil), kemudian diikuti rincian bab Bagian Tubuh Tesis, dan ditutup DAFTAR ACUAN. Tiap judul sub-bab dan anak sub-bab diketik makin ke dalam sesuai tingkatannya. (lihat Lampiran 14)
K. DAFTAR GAMBAR
Daftar ini memberikan kepada pembaca petunjuk yang memungkinkannya dengan cepat dan tepat mengetahui gambar apa saja yang ada dalam Tesis tersebut dan di halaman berapa kita dapat melihatnya. (lihat Lampiran 15)
L. DAFTAR TABEL
Daftar ini memberikan kepada pembaca petunjuk yang memungkinkannya dengan cepat dan tepat mengetahui tabel apa saja yang ada dalam Tesis tersebut dan di halaman berapa kita dapat melihatnya. (lihat Lampiran 16)
M. DAFTAR LAMPIRAN
Daftar ini memberikan kepada pembaca petunjuk yang memungkinkannya dengan cepat dan tepat mengetahui lampiran apa saja yang ada dalam Tesis tersebut dan di halaman berapa kita dapat melihatnya. (lihat Lampiran 17)
N. DAFTAR ISTILAH
Daftar ini berisi keterangan istilah-istilah yang digunakan dalam penulisan dan diperkirakan perlu untuk diterangkan/dijelaskan. (lihat Lampiran 18)
2.2 Bagian Tubuh
Dalam bagian ini tercantum teks yang secara ilmiah memaparkan penelitian yang dilakukan serta hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut. Penyajiannya lugas dan sistematis, menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah tata bahasa yang berlaku, dan pengejaannya sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pengindonesiaan istilah mengikuti Pedoman Umum Pembentukan Istilah, sedangkan ragam bahasa baku mengikuti Kamus Besar Bahasa Indonesia.
(lihat Lampiran 19)
A. BAB PENDAHULUAN
Dalam BAB PENDAHULUAN, yang merupakan BAB I Tesis, dikemukakan topik (penjelasannya lihat bab proposal tesis) sebagai berikut dengan singkat dan jelas:
a. latar belakang masalah yang akan dibahas
b. perumusan masalah dan ruang lingkupnya (termasuk hipotesa jika ada)
c. tujuan dan manfaat dilakukannya penelitian.
d. metode penelitian yang digunakan yang dilengkapai dengan kerangka pemikirian yang erat hubungannya dengan penelitian.
B. BAB-BAB ISI
Bagian ini memaparkan hasil penelitian dan mengemukakan pemikiran penulisnya. Hasil pengolahan data statistik dibahas dan dibandingkan dengan hasil atau pendapat peneliti lain di bidang tersebut, yang sumbernya tercantum dalam DAFTAR ACUAN/PUSTAKA. Setiap hasil penelitian yang ditulis, langsung diikuti pembahasan yang berkaitan dengan hasil tersebut. Hasil-hasil yang diperoleh kemudian dikaitkan dengan hipotesa yang dikemukakan.
Penamaan dari judul bab dari bab-bab isi diserahkan kepada kreativitas mahasiswa yang didasarkan pada topik Tesis yang diteliti. Yang perlu diperhatikan dalam menentukan urutan dari bab-bab isi ini adalah pemaparan hasil penelitian harus sistematis.
C. BAB PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir, yang memuat semua hasil penelitian secara sistematis. Biasanya diawali dengan kesimpulan yang memaparkan dari intisari dari hasil penelitian yang menjadi jawaban terhadap perumusan masalah yang dikemukakan pada bab pendahuluan. Pada akhir bab tersebut dapat dikemukakan saran yang berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan. Misalnya, bahan atau aspek yang dapat diteliti lebih lanjut.
3.3 Bagian Ekor
Bagian ini merupakan bagian akhir Tesis yang tidak ditandai oleh judul BAB, namun penomoran halamannya melanjutkan nomor halaman sebelumnya. Bagian akhir Tesis terdiri dari empat bagian, yaitu:
A. DAFTAR
Mengingat pentingnya Daftar Acuan dan kaitannya dengan tata cara pengacuan sumber dalam teks Tesis, maka bagian tersebut akan dibicarakan secara terpisah dalam BAB IV.
Penulisan daftar acuan di daftar pustaka menggunakan indeks mulai angka 1 sampai dengan n, urut bedasarkan nama pengarang. (lihat Lampiran 20)
B. GAMBAR-GAMBAR (bila diperlukan)
Gambar yang dirasa mengganggu jika dimuat pada bagian tubuh Tesis, mungkin karena ukuran atau formatnya tidak sama dengan halaman-halaman yang lain atau karena jumlahnya banyak, sebaiknya diletakkan pada bagian ekor Tesis. Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata GAMBAR di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor halaman, tetapi ikut dihitung.
Gambar, grafik, lukisan garis, ataupun foto hendaknya dirancang untuk memberikan pengertian yang lebih baik terhadap keterangan yang diberikan teks Tesis. Sebaiknya gambar merupakan hasil cetakan dari printer, agar dapat direproduksi dengan jelas dan baik. Sebaiknya tidak menggunakan gambar ataupun grafik yang dibuat pada kertas milimeter ataupun reproduksinya.
Bila dua gambar atau lebih diletakkan berdekatan untuk memudahkan pembandingan, hendaknya berjarak antara sekurang-kurangnya 0,5 cm. Gambar yang harus diletakkan memanjang, bagian atas gambar hendaknya diarahkan pada sisi penjilidan (dalam hal demikian maka pencantuman nomor halaman tetap sama seperti pada halaman lainnya). Tiap gambar hendaknya diberi garis bingkai.
Judul dan keterangan gambar ditempatkan 1 cm di bawah bingkai, diketik tidak melampaui batas kiri-kanan bingkai. Semua keterangan ditulis dengan huruf kecil, kecuali awal kata "Gambar", awal keterangan, dan kata nama, yang ditulis dengan huruf besar.
Penomoran gambar yang terletak di dalam teks Tesis dinyatakan dengan angka Arab dan diletakkan di bawah bingkai gambar mulai batas bingkai kiri ke kanan, dengan format:
Gambar x.y: Nama gambar.
x menyatakan bab di mana gambar tersebut berada
y menyatakan nomor urut gambar dalam bab tersebut
Contoh:
Gambar 4.2: Diagram Konteks SIP-UDINUS.
Gambar 4.9: Diagram ER Modul Pembayaran.
Sedangkan gambar yang terletak dilampiran tidak diberikan nomor gambar tetapi ditulis nama gambar pada baris berikutnya sesudah kata Lampiran XX (XX adalah nomor urut lampiran). Gambar yang terletak di luar teks (berada pada daftar lampiran) tidak didaftarkan pada Daftar Gambar melainkan pada Daftar Lampiran.
Gambar yang merupakan kelompok ditandai dengan huruf a, b, c, dan seterusnya.
C. TABEL-TABEL (bila diperlukan)
Tabel yang berukuran besar atau banyak jumlahnya yang dirasa mengganggu bila dimuat pada bagian tubuh Tesis sebaiknya diletakkan di bagian Tabel. Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata TABEL di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor tetapi ikut dihitung.
Tabel merupakan alat bantu visual yang bermanfaat untuk menyajikan data secara jelas dan menyeluruh, disamping memungkinkan perbandingan secara cepat. Untuk itu tabel hendaknya dirancang dengan baik dan cermat, susunannya logis dan sederhana, tanpa dijejali data yang tidak relevan.
Tabel dapat disusun memanjang dengan ketentuan sama seperti halnya Gambar. Bila tabel melebihi satu halaman, dapat dilanjutkan pada halaman berikutnya dengan ketentuan sebagai berikut:
Di batas atas bidang pengetikan dicantumkan identitas tabel diikuti keterangan "(Lanjutan)" - yaitu dalam tanda kurung diketik secara simetris. Dua spasi di bawahnya diketikkan keterangan kolom-kolom tabel, seperti tercantum pada awal tabel di halaman sebelumnya. Cara demikian diulang pada tiap halaman baru yang melanjutkan tabel yang sama. Garis penutup tabel diberikan hanya bila tabel sudah selesai seluruhnya.
Nomor tabel dinyatakan dengan angka Arab dengan aturan penomoran sama dengan pada gambar. Baris terakhir judul tabel berjarak 1 cm dari batas atas tabel. Keterangan tabel diketik di akhir tabel dengan huruf kecil, kecuali awal keterangan dan kata nama, yang diketik dengan huruf besar. Lebar keterangan tidak melebihi batas kiri-kanan bingkai tabel.
Gambar dan tabel yang besar dapat dibuat pada halaman lebar yang kemudian dilipat. Melipat halaman lebar tersebut hendaknya sedemikian rupa, sehingga sepertiga bagian ujung tabel terlipat membuka ke arah pembaca. Sekalipun demikian dianjurkan, agar memperkecil gambar ataupun tabel sehingga dapat dimuat pada satu halaman. Dalam hal demikian, judul dan keterangannya dibuat pada lembar hasil pengecilan, agar berukuran sama dengan judul dan keterangan gambar atau tabel lainnya.
Bilamana ada gambar, grafik, ataupun tabel yang dikutip dari literatur, hendaknya sumber dinyatakan dalam tanda kurung siku [Sumber: ... ]; pengacuan sumber disesuaikan cara pengacuan dalam teks Tesis.
Penomoran tabel yang terletak di dalam teks Tesis dinyatakan dengan angka Arab dan diletakkan di atas bingkai tabel mulai batas bingkai kiri ke kanan, dengan format:
Tabel x.y: Nama tabel [sumber: nomor urut sumber pada daftar pustaka].
x menyatakan bab di mana tabel tersebut berada
y menyatakan nomor urut tabel dalam bab tersebut
Contoh:
Tabel 3.1: Hubungan Antara Harga Software dan Hardware [Sumber: 12].
Tabel 4.5: Perkembangan Perangkat Lunak Sistem Operasi [Sumber: 7]
D. LAMPIRAN-LAMPIRAN (bila diperlukan)
Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata LAMPIRAN di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor, tetapi ikut dihitung.
Dalam LAMPIRAN disajikan keterangan-keterangan yang dianggap penting untuk Tesis, tetapi yang akan mengganggu kelancaran membaca bila dicantumkan di Bagian Tubuh Tesis. Nomor lampiran dinyatakan dengan angka Arab urut mulai dari 1 (satu) dan diketik di tengah bidang pengetikan. Judul lampiran diketik dengan huruf kecil, kecuali awal kata "Lampiran", awal keterangan, dan kata nama, yang diketik dengan huruf besar. Baris pertama teks lampiran diketik dua spasi di bawah baris terakhir judul lampiran.
E. RALAT (bila diperlukan)
Bila seluruh Tesis telah selesai diketik dan ternyata terdapat beberapa kesalahan, maka dapat dibuat suatu ralat. Seandainya pada satu halaman terdapat lebih dari tiga pembetulan, maka sebaiknya halaman tersebut diketik ulang.
Ralat dibuat pada halaman tersendiri, tanpa diberi nomor halaman dan ditempatkan di akhir Bagian Ekor, yaitu sebelum halaman kulit sampul belakang, sebagai halaman lepas tidak dijilid.
BAB IV
PENULISAN ACUAN TESIS
Sebagai karya ilmiah maka Tesis harus dilengkapi acuan kepada sumber informasi untuk menguatkan pernyataan yang tertulis. Sumber informasi tersebut dihimpun dalam suatu daftar acuan yang diberi judul DAFTAR, yang ditempatkan segera setelah bab terakhir Tesis.
Sumber data ataupun pengamatan yang tidak dipublikasikan atau yang berasal dari komunikasi pribadi tidak dicantumkan dalam daftar acuan tersebut. Kalaupun ada jenis informasi demikian dimanfaatkan, maka pengacuannya dalam teks Tesis dinyatakan sebagai berikut: di akhir bagian yang menyatakan informasi tersebut dicantumkan keterangan dalam tanda kurung siku sebagai berikut: [data tidak dipublikasikan]
4.1 Pengutipan Acuan di Dalam Teks
1) Di dalam teks Tesis, pengacuan pada sumber informasi dapat merupakan bagian kalimat atau suatu paragraf saja, di mana sumber acuan harus dituliskan. Format penulisan sumber acuan adalah ‘(Nomor urut acuan dalam daftar pustaka)’.
Contoh:
Rekayasa informasi adalah ......... (32).
2) Cara penulisan kutipan diletakkan di dalam tanda kutip. Bila sebelum kutipan digunakan kata "menulis" atau "mengatakan" maka biasanya diikuti dengan tanda koma, sedangkan kata lainnya biasanya diikuti oleh tanda titik dua.
El Manik memberikan pendapatnya mengenal dunia perfilman di Indonesia: "Film Indonesia belum bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri."
El Manik menulis, "Film Indonesia belum bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.”
El Manik berpendapat "Film Indonesia belum bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.”
3) Kutipan sepanjang empat baris atau lebih biasanya ditulis dalam suatu blok atau bentuk tampilan. Kutipan ditulis mulai sepuluh ketukan dari tepi kiri, jarak antarbarisnya satu spasi, dan tidak diletakkan di dalam tanda kutip kecuali bila terdapat tanda kutip dalam teks aslinya. Bila terdapat kata yang dihilangkan maka dapat digunakan tanda elipsis yaitu tiga ketukan dengan tanda titik. Bila ingin menambahkan kata atau kalimat, dapat diletakkan di dalam tanda kurung siku.
Jenderal Eddy Sudrajat mengatakan bahwa:
Pelantikan Jenderal Faisal Tanjung sebagai panglima TNI akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 8 Mei 1993. …..… Jenderal Feisal Tanjung [saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Umum ABRI] adalah seorang lulusan AKABRI angkatan 1962. (45)
4.2 Daftar Pustaka/Acuan
Sumber informasi yang dimasukkan dalam Daftar Acuan dapat berupa:
a. buku seluruhnya
b. bab atau bagian suatu buku
c. monografi
d. makalah dalam majalah ataupun yang berasal dari suatu symposium atau pertemuan ilmiah lainnya
e. laporan ataupun naskah penerbitan suatu badan atau lembaga resmi.
Naskah yang belum diterbitkan, namun sedang dipersiapkan untuk pencetakannya dapat dicantumkan dengan membubuhkan keterangan [sedang dicetak] di akhir acuan.
Sumber informasi yang dicantumkan dalam Daftar Acuan hendaknya yang benar-benar diperiksa atau dibaca secara langsung serta relevan dengan masalah penelitian. Pemanfaatan informasi berupa abstrak sedapat mungkin dihindari. Bilamana dianggap perlu benar, maka di akhir acuan hendaknya dibubuhkan keterangan [abstrak].
Pengetikan Daftar Acuan mengikuti ketentuan umum yang ditetapkan. Judul DAFTAR diketik secara simetris di batas atas bidang pengetikan. Acuan pertama dimulai 3 (tiga) spasi di bawahnya, di batas kiri bidang pengetikan. Baris kedua dan lanjutan tiap acuan dimulai 5 (lima) ketukan ke dalam dari batas kiri bidang pengetikan, dengan jarak baris satu spasi. Acuan berikutnya dimulai di batas kiri bidang pengetikan, berjarak 1,5 (satu setengah) spasi dari baris terakhir acuan sebelumnya. Sesudah tiap tanda baca diberi hanya satu ketukan bebas, kecuali antara kependekan nama kecil pengarang atau inisial namanya tanpa ketukan kosong. Judul buku dan nama majalah dicetak miring (italics).
4.2.1 Penulisan Sumber Acuan untuk Buku
Unsur-unsur yang harus ada dalam penulisan daftar acuan untuk buku adalah:
Penulis (Tahun). Judul Buku. Edisi. Tempat Terbit: Penerbit.Hal
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan acuan pada daftar pustaka/acuan:
a. Jarak antar unsur adalah satu ketukan kosong (setelah tanda titik).
b. Nama penulis ditulis terbalik atau berdasarkan nama keluarganya. Bila terdapat beberapa penulis maka nama penulis kedua dan selanjutnya tidak lagi dituliskan terbalik melainkan berdasarkan nama yang tertulis di buku yang dijadikan acuan.
c. Tahun penerbitan yang dipakai adalah tahun terakhir saat buku itu diterbitkan.
d. Jika acuan ditulis oleh dua pengarang, maka kedua nama pengarang dituliskan dengan menambahkan kata dan (untuk acuan buku berbahasa Indonesia) atau kata and (untuk buku acuan berbahasa Inggris) di antara nama kedua pengarang tersebut. Nama pengarang kedua tidak perlu dibalik melainkan ditulis dengan urutan biasa. Tetapi, jika acuan disusun oleh lebih dari dua pengarang, maka hanya nama pengarang pertama dituliskan, diikuti keterangan dkk. atau et al. di belakangnya (dicetak miring).
Atkinson, L.V. (1980). Pascal Programming. New York: Free Press.
Golub, G.H. and Wolter R. Mears (1989). Matrix Computations. 2nd ed. Baltimore: The Johns Hopkins University Press. 150-178
Presman, Roger S., Ph.D et al. (1997). Sofware Engineering. 4th ed. Singapore: McGraw-Hill.
4.2.2 Pencantuman Sumber Acuan untuk Majalah
Unsur-unsur yang harus ada adalah:
Penulis (Tahun). “Judul Artikel,” Nama Majalah. Nomor(Volume). Halaman.
Bernstein, P.A. and D.W. Shipman, D.W. (1980). "The Correctness of Concurrency Control Mechanism in a System for Distributed Database," ACM Trans on Database System. 5. 52-68.
Kuttner, Bob. (1983). "The Declining Middle," Atlantic Monthly. July. 60-72.
Pothen, A. (1988). "Simplicial cliques, shortest elimination trees,and supernodes in sparse Cholesky factorization," Technical Report CS-88-13, Dept. of Compuler Science. Pennsylvania: The Pennsylvania State University, University Park.
Catatan:
Singkatan nama majalah disesuaikan dengan peraturan internasional yang berlaku. Ketentuan untuk itu dikemukakan antara lain dalam World list of scientific periodicals.
1. Dalam contoh pertama, tanda baca titik mengakhiri singkatan nama majalah yang dicetak miring. Angka 5 menyatakan volume majalah (dalam majalah Indonesia biasanya "Tahun ke-5" atau "Tahun V,").
2. Judul artikel diletakkan dalam tanda petik dan nama majalah ditulis miring.
3. Untuk technical report, yang biasanya dikeluarkan oleh suatu universitas, yang dicantumkan adalah nama report tersebut, nama dan alamat universitas atau institusi yang mengeluarkan serta nomor dan tahun penerbitan.
4. Nomor volume tidak perlu disebutkan untuk penerbitan mingguan atau bulanan tetapi selalu disebutkan untuk majalah triwulanan.
5. Nomor majalah di bawah 100 ditulis penuh: 60-72. Untuk nomor lebih besar dari 100 dan dalam batasan 100, hanya dua angka terakhirnya disebutkan: 208-22, tetapi 163-207.
4.2.3 Pengarang Tidak Dikenal
Jika sumber informasi yang digunakan tidak mencantumkan nama penulis ataupun editor, maka acuan menggunakan:
Nama Tim Penyusun (Tahun). Judul Buku. Tempat Penerbitan: nama penerbit (ataupun lembaga yang menerbitkan).
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1985). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: P.N. Balai Pustaka.
Tim Penelaah Bidang Pengetahuan Alam (1985). Tinjauan tentang perairan Indonesia bagian Timur untuk mendasari pemilihan lokasi stasiun penelitian laut. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Anonymous (1999). The Healers. New York: Putnam.
4.2.4 Editor
Posisi nama editor diletakkan sesudah judul buku dengan namanya ditulis dengan susunan nama biasa, sedangkan nama pengarang tetap diletakkan di depan.
Saroyan, William (1983). My Name Is Saroyan. Ed. James H. Tasjian. Now York: Coward-McCann.
4.2.5 Judul dalam Judul
Jika sumber informasi berupa karangan ilmiah yang dimuat dalam suatu himpunan karangan, maka acuan mencantumkan nama penulis yang karangannya digunakan, disertai keterangan lengkap mengenai himpunan karangan yang menjadi asal acuan tersebut.
Morton, K.W. (1968). "Initial-value Problems by Finite Difference and Other Methods.” Studies in - The state of the art in Numerical Analysis, Ed. D. Jacobs (1980). Oxford: Academic Press.
Sukardjo, Atika (1993). "Pengaruh Lingkungan Keluarga Pada Perkembangan Anak." Studi Dalam: Perkembangan Anak di Indonesia. Jakarta: Balai Cipta.
Catatan:
Penulisan kata "Dalam" dicetak miring dan diikuti tanda baca titik dua.
4.2.6 Terjemahan
Jika sumber informasi berupa karya terjemahan, maka pencantumannya dalam Daftar Acuan dituliskan sebagai berikut:
Nama Penulis Asli (Tahun). Judul Buku dalam terjemahan. [Terjemahan: atau Translate:] Nama Penerjemah (Tahun). Tempat Penerbitan Terjemahan: Nama Penerbit Terjemahan.
Mitchell, A.R. & Griffiths, D.F. (1985). Metoda Beda Hingga untuk Persamaan Differensial Parsial. Terjemahan: T. Basaruddin (1986). Jakarta: Pusat Antar Universitas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Beauvoir, Simone de (1982). When Things of the Spirit Come First. Translate: Patrick O'Brien (1985). New York: Pantheon.
4.2.7 Tesis
Format penulisan sumber acuan yang berasal dari Tesis atau Disertasi adalah :
Nama Penulis (Tahun). Judul. Jenis Tesis. Nama Institusi.
Kharis Widiyatmoko (2003). Rekayasa Perangkat Lunak Translator English-Indonesia dan Indonesia-Inglish. Tesis Magister Komputer. Universitas Dian Nuswantoro.
Edy Mulyanto (2003). Analisa Tingkat Kebutuhan Pangan (Nasi) Masyarakat Indonesia Berdasarkan Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia Dalam Menentukan Luas Ladang Padi dan Ketersediaan Pangan Yang Aman. Tesis Doktor Ekonomi. Universitas Merdeka.
4.2.8 Perangkat Lunak Komputer
Jika sumber informasi berupa manual perangkat lunak, maka pencantumannya dalam Daftar Acuan dituliskan sebagai berikut:
Nama Penulis (Tahun). Judul manual perangkat lunak. Versi. Tempat Diterbitkan: Nama Penerbit.
Kusmiak, Gene (1999). Microsoft Office 2000 Guideline. Home Edition. Singapore: Microsoft Inc.
4.2.9 Paten
Jika sumber informasi berupa paten dari hasil penemuan, maka pencantumannya dalam Daftar Acuan dituliskan sebagai berikut:
Penemu (Tahun). Judul Paten. Nama, Nomor Paten.
Lindgren, E. A. (1960). Screen Room Air Inlet and Wave Guard. U.S. Patent 2, 925,457.
4.2.10 Bahan yang Ditulis Oleh Pengarang yang Sama
Jika menggunakan lebih dari satu sumber yang ditulis oleh pengarang yang sama, maka nama pengarang dituliskan lengkap pada entry pertama.
Liu, J.W.H. (1986). "A compact row storage scheme for Cholesky factors using elimination trees", ACM Trans on Math Software. 12. 127-148.
------------- (1990). " The role of elimination trees in sparse factorization", SIAM J Matrix Anal & Appl. 11. 134-172.
Jika sumber-sumber yang ditulis pengarang yang sama diterbitkan dalam tahun yang sama, maka data tahun penerbitan diikuti lambang a, b, c, yang urutannya ditentukan secara kronologis berdasarkan tanggal atau bulan penerbitannya, atau berdasarkan abjad judul karangan masing-masing jika keterangan saat yang tepat penerbitannya tidak diketahui.
Stewart, GA (1979a). "A Note on The Perturbation of Singular Values." Lin. Alg and Its Appl. 28. 213-228.
-------------- (1979b). " Perturbation Bounds for The Definite Generalized Eigenvalue Problem." J. Inst. Math. Appl. 23. 203-215.
4.3 Daftar Acuan Dari Internet
Walaupun internet menyediakan sumber acuan yang amat luas, namun isi dari internet biasanya tidak kekal dan senantiasa mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Keadaan ini menjadikan sumber acuan yang tidak reliable untuk jangka panjang. Oleh karena itu, internet hendaknya hanya dijadikan sebagai alat dalam mendapatkan sumber topik atau sumber asal suatu acuan.
4.4 Tata Nama dan Sistem Pengacuan
Sebagaimana tampak dalam contoh di atas, dalam Daftar Acuan nama penulis dibuat dengan mencantumkan nama keluarga atau nama terakhir terlebih dahulu, diikuti hurut pertama nama keciInya (initial). Di bawah ini diberikan beberapa contoh untuk menentukan nama penulis:
1. Sebutan Sr. (Senior) ataupun Jr. (Junior) dan urutan keturunan dicantumkan sesudah nama pengarang.
Talmadge E. King Jr. menjadi King Jr., T.E.
Ira Raymond Edwards III menjadi Edwards III, I.R.
2. Nama yang dimulai dengan Mc, St., Ste. diletakkan pada urutan nama dengan ejaan Mac, Saint, Sainte, jadi:
MacMillan, J. [dalam abjad M] mendahului McGuiness, D.
3. Nama ganda ditulis berdasarkan nama pertamanya:
Bertrand Poirot-Delpech menjadi Poirot-Delpech, B.
Sven-Erik Larsson menjadi Larsson, S.-E.
4. Nama Spanyol, yang mencantumkan nama ayah dan ibu dengan penanda posesif y dituliskan sebagai berikut:
Juan Perez y Fernandez menjadi Perez y Fernandez, J.
5. Nama dengan prefiks dituliskan berdasarkan prefiksnya (biasanya nama Inggris, Italia, Prancis, Spanyol).
J. E De Vries menjadi De Vries, J. E.
M. Du Prada menjadi Du Prada, M.
M. J O'Connor menjadi O'Connor, M.J.
D. D Van Slyke menjadi Van Slyke, D.D.
6. Nama-nama Belgia, Belanda, Jerman, Swedia disusun berdasarkan nama, bukan prefiks.
A. von Bayer menjadi menjadi Bayer, A. von
H. J. den Hertog menjadi Hertog, H.J. den
J. H. van't Hoff menjadi Hoff, J.H. van't
C. zu Stolberg menjadi Stolberg, C. zu
7. Nama Cina ditulis berdasarkan nama keluarga.
Gan Koen Han menjadi Gan, K.H.
Lie-Injo Luan Eng menjadi Lie-Injo, L.E.
8. Nama India (dengan das), Arab, dan Yahudi (el, ibn, abdel, ben).
J. Ben Barak menjadi Ben Barak, J.
K. K. Das Gupta menjadi Das Gupta, K.K.
A. El Gafar menjadi El Gafar, A.
M. Ibn Saud menjadi Ibn Saud, M.
9. Nama Indonesia, berdasarkan nama keluarga atau yang dianggap sebagai penggantinya.
N. Sutan Iskandar menjadi Iskandar, N.St.
M. Lubis menjadi Lubis, M.
Boen S. Oemarjati menjadi Oemarjati, B.S.
10. Baptis, Haji/Hajjah, Gelar Bangsawan, Gelar Profesi, Pangkat Militer dan Gelar Akademik ditulis di belakang nama.
Prof. Dr. Ir. H. Eko Budiharjo, M.Sc. menjadi:
Eko Budiharjo, H., Ir., M.Sc., Dr., Prof.
Dr. St. Dwiarso Utomo, S.E., M.Kom. Akt. menjadi:
Dwiarso Utomo, St., Akt., S.E., M.Kom., Dr.
Jendral Da’i Bachtiar, S.H. menjadi:
Da’i Bachtiar, S.H., Jendral.
BAB V
FORMAT TDE
5.1 Format File Tesis Preview
Isi dari File Tesis Preview terdiri dari item-item berikut:
a. [Halaman Judul]
b. Pengesahan Status Tesis
c. Pernyataan Penulis
d. Abstract
e. Abstrak
f. Acknowledgments
g. Daftar Isi
h. Sepuluh halaman pertama BAB I
Semua isi File Tesis Preview disimpan dalam satu file saja, dengan nama file dapat dibaca pada penjelasan penamaan file dan direktori.
5.2 File Tesis Lengkap
File Tesis Lengkap terdiri dari semua isi Tesis, termasuk juga semua isi dari bagian kepala, bagian isi dan bagian ekor.
Semua isi dari File Tesis Lengkap disimpan dalam satu file saja dengan nama file dapat dibaca pada penjelasan penamaan file dan direktori.
5.3 File Executable Program (jika ada)
Jika dalam Tesis mengandung/memuat program yang mendukung isi dan kualitas Tesis, maka file executable program beserta file-file pendukungnya harus disertakan dalam TDE. Nama-nama file terserah Anda, tetapi diusahakan disesusaikan dengan fungsi dari tersebut.
File-file executable program disimpan dalam direktori tersendiri dengan aturan penamaan direktori dapat dibaca pada penjelasan penamaan file dan direktori.
5.4 File Source Code Program (jika ada)
Semua source code program yang mendukung isi dan kualitas Tesis harus disertakan dalam TDE, sehingga para pembaca dapat mempelajari dan mengkaji alur program untuk tujuan pengembangan agar menjadi lebih sempurna sesuai dengan kebutuhan.
File-file source program disimpan dalam direktori tersendiri dengan aturan penamaan direktori dapat dibaca pada penjelasan penamaan file dan direktori.
5.5 File Dokumentasi (jika ada)
Untuk memudahkan penggunaan program, mempelajari alur program dan mengembangkan program, hendaknya disertai dengan dokumentasi yang ringkas tetapi jelas. File dokumentasi dapat terdiri dari beberapa file atau satu file saja, dengan penamaan file disesuikan dengan fungsi dari file tersebut.
File dokumentasi disimpan dalam direktori tersendiri dengan aturan penamaan direktori dapat dibaca pada penjelasan penamaan file dan direktori.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyediakan file dokumentasi:
a. Tipe file boleh pdf atau doc.
b. Diketik dengan font Times New Roman, dengan font size 11 (untuk isi penjelasan).
c. Paper Size A4 (29.7 cm x 21 cm)
d. Margin= Top: 3 cm, Bottom: 3 cm, Left: 4 m, Right: 2,5 cm.
e. Setiap halaman diberi nomor halaman, mulai dari 1.
f. Setiap dokumen diberi halaman judul yang menjelaskan tentang fungsi dokumentasi.
5.6 Penamaan File dan Direktori
a. File Tesis Preview dan File Tesis Lengkap
File Tesis Preview dan File Tesis Lengkap diletakakkan pada root directory (direktori utama), dengan aturan penamaan file sebagai berikut:
xxxayyzzzzzttsk.pdf
di mana:
: nama familiar penyusun Tesis diikuti huruf pertama nama yang belum disebutkan.
xxx : kode PPS MKTI UDINUS
yy : 2 (dua) digit terakhir tahun angkatan penyusun
a : angkatan mahasiswa (1 – n)
zzzzz : nomor urut nomor pokok mahasiswa
tt : 2 (dua) digit terkhir tahun Tesis tersebut diterbitkan
s : status kandungan Tesis.
S – Sangat Rahasia
R - Rahasia
B - Biasa
k : kategori kandungan Tesis
P - Preview
L – Lengkap
Contoh 1:
Maulana Didik, Nomor Pokok Mahasiswa: P31.2002.00025, angkatan 1, mahasiswa PPS MKTI UDINUS, tahun lulus 2003, status tesis rahasia, maka penamaan file-nya adalah:
didikmp311020002503rp.pdf (File Tesis Preview)
didikmp311020002503rl.pdf (File Tesis Lengkap)
Contoh 2:
Aris Nurhindarto, Nomor Pokok Mahasiswa: P31.2002.00034, angkatan 1, mahasiswa PPS MKTI UDINUS, tahun lulus 2003, status tesis biasa, maka penamaan file-nya adalah:
arisnp311020003403bp.pdf (File Tesis Preview)
arisnp311020003403bl.pdf (File Tesis Lengkap)
Contoh 3:
Adryan Maulana Zaki, Nomor Pokok Mahasiswa: P31.2002.00137, angkatan 2, mahasiswa MKTI UDINUS, tahun lulus 2004, status tesis sangat rahasia, maka penamaan file-nya adalah:
ryanmzp312020013704sp.pdf (File Tesis Preview)
ryanmzp312020013704sl.pdf (File Tesis Lengkap)
b. File Executable Program, Source Code Program, dan Dokumentasi
File-file Executable Program, Source Code Program, dan Dokumentasi diletakakkan pada direktori, dengan aturan penamaan direktori sebagai berikut:
xxxayyzzzzzttsm.pdf
di mana:
: nama familiar penyusun Tesis diikuti huruf pertama nama yang belum disebutkan.
xxx : kode PPS MKTI UDINUS
yy : 2 (dua) digit terakhir tahun angkatan penyusun
a : angkatan mahasiswa (1 – n)
zzzzz : nomor urut nomor pokok mahasiswa
tt : 2 (dua) digit terkhir tahun Tesis tersebut diterbitkan
s : status kandungan Tesis.
S – Sangat Rahasia
R - Rahasia
B - Biasa
m : kode direktori berdasarkan jenis file
E – Executable file
S – Source Code file
D – Documentation file
Contoh
Adryan Maulana Zaki, Nomor Pokok Mahasiswa: P31.2002.00137, angkatan 2, mahasiswa MKTI UDINUS, tahun lulus 2004, status tesis sangat rahasia, maka penamaan direktorinya adalah:
a. Nama direktori untuk file-file executable program.
ryanmzp312020013704se
a. Nama direktori untuk file-file source code program.
ryanmzp312020013704ss
a. Nama direktori untuk file-file dokumentasi.
ryanmzp312020013704sd
5.7 Halaman Depan CD-TDE
Berisi informasi:
• Judul Tesis
• Tahun Pembuatan
• Status Tesis
• Penyusun
• Nomor Pokok Mahasiswa
• Tanda Tangan Pembimbing Utama
• Nama Program
Informasi tersebut disusun simetris, rapi dan serasi dengan ukuran huruf disesuaikan dengan bidang penulisan. Warna kertas kuning emas untuk halaman depan CD-TDE adalah kuning emas, sedangkan halaman belakangnya warna putih dengan ukuran masing-masing 12 cm x 12 cm. (lihat Lampiran 21)
5.8 Halaman Belakang CD-TDE
Berisi abstrak dari Tesis yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. (lihat Lampiran 22)
DAFTAR PUSTAKA
1. Anonymous (2002). Guidelines For The Preparation And Submission Of Your Thesis Or Dissertation. Revised Ed. Louisiana Tech Graduate School
2. Anonymous (2002). Guidelines on Thesis Preparation. The Hong Kong University of Science and Technology
3. Erika Simpson (2002). Thinking about Your Thesis?. University of Western Ontario, London.
4. Tim (2003). Panduan Akademik Program Pascasarjana. Universitas Parahayangan.
5. Tim (2002). Panduan Menulis Tesis. Universiti Teknologi Malaysia.
6. Tim (2002). Petunjuk Teknis Penyusunan Dan Penulisan Tesis. Program Magister Teknologi Informasi, Universitas Indonesia.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1
Bidang Pengetikan
Lampiran 2
Contoh Persetujuan Proposal Tesis
(Pra-Seminar Tesis)
*) Disertakan jika pembimbing 1 (kiri atas) dan 2 (kanan atas) Magister (S-2), atau ada pembimbing luar.
Lampiran 3
Contoh Pengesahan Proposal Tesis
(Pasca-Seminar Tesis)
Catatan:
*) Disertakan jika pembimbing 1 (kiri atas) dan 2 (kanan atas) Magister (S-2), atau ada pembimbing luar.
Lampiran 4
Contoh Halaman Sampul
Lampiran 5
Contoh Halaman Punggung
Lampiran 6
Lembar Pengesahan Status Tesis
Lampiran 7
Contoh Surat Pengesahan Status Tesis
Catatan:
Contoh di atas adalah Tesis yang dibuat oleh mahasiswa dengan nama AHMAD JUPRI yang mengambil obyek penelitian di Universitas Dian Nuswantoro. Oleh karena pimpinan memandang bahwa hasil dari Tesis ini mempunyai nilai dan potensi untuk dikomersialkan di masa depan, maka pihak pimpinan memasukkan Tesis ini dalam kategori Rahasia, sehingga dikeluarkan surat ini.
Lampiran 8
Contoh Pernyataan Penulis
Lampiran 9
Contoh Persetujuan Tesis
o *) Disertakan jika pembimbing 1 (kiri atas) dan 2 (kanan atas) Magister (S-2), atau ada pembimbing luar.
o Jika pembimbing 1 Doktor (S-3) dan tidak ada pembimbing luar, maka posisi yang mengetahui diletakkan ditengah simetris.
Lampiran 10
Contoh Pengesahan Tesis
Lampiran 11
Contoh Abstrak Dalam Bahasa Inggris
Lampiran 12
Contoh Abstrak Dalam Bahasa Indonesia
Lampiran 13
Contoh Acknowledgments
Lampiran 14
Contoh Daftar Isi
Lampiran 15
Contoh Daftar Gambar
Lampiran 16
Contoh Daftar Tabel
Lampiran 17
Contoh Daftar Lampiran
Lampiran 18
Contoh Daftar Istilah
Lampiran 19
Contoh Pengetikan Teks
Catatan :
(1) Kata asing (bukan Bahasa Indonesia) ditulis miring (italic). Tanda kurung buka ‘(‘ rapat dengan huruf yang mengikutinya, sedangkan tanda kurung tutup ‘)’ rapat dengan huruf sebelumnya.
(2) Tanda baca koma rapat terhadap r, tetapi berjarak satu ketukan kosong terhadap huruf s
(3) Tanda baca titik rapat terhadap huruf yang mendahuluinya, tetapi berjarak satu ketukan kosong terhadap huruf yang mengikutinya.
(4) Tanda baca titik dua rapat terhadap h, tetapi berjarak satu ketukan kosong terhadap huruf b
(5) Tanda baca titik koma rapat terhadap huruf yang mendahuluinya, tetapi berjarak satu ketukan kosong terhadap huruf yang mengikutinya.
Lampiran 20
Contoh Daftar Acuan
Lampiran 21
Contoh Halaman Depan CD-TDE
Lampiran 22
Contoh Halaman Belakang CD-TDE
UMUM
1.1 Kertas
Kertas yang digunakan baik pada saat menyusun proposal maupun buku Tesis adalah jenis HVS putih, minimum 80 gram dan ukuran A4.
Cover (halaman sampul) Proposal Tesis menggunakan kertas buffalow warna emas (gold), sedangkan cover buku Tesis dengan menggunakan karton tebal dilapisi linen warna emas (gold).
1.2 Pengetikan
a. Bidang pengetikan (Margin) berjarak 4 cm dari tepi kiri kertas (Left), 3 cm dari tepi atas (Top) dan tepi bawah kertas (Bottom), dan 2.5 cm dari tepi kanan kertas (Right). (lihat Lampiran 1)
b. Diketik dengan penyunting kata seperti Word, Word Perfect, WS2000 atau lainnya dengan menggunakan jenis huruf Times New Roman berukuran 12.
c. Pengetikan dilakukan rata kanan dan kiri (justify) kecuali halaman-halaman tertentu, dengan tetap memenuhi kaidah penulisan sesuai Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan, dan hanya ada satu sisi halaman, tidak timbal balik.
d. Judul bab diketik pada batas atas bidang pengetikan, disusun simetris menggunakan huruf besar semua, tanpa penggarisbawahan atau pembubuhan titik di akhir judul. Nomor bab menggunakan lambang angka Romawi.
e. Judul sub-bab dan anak sub-bab diketik dari batas kiri bidang pengetikan dengan menggunakan huruf kecil kecuali awal kata yang diketik dengan huruf besar. Penomoran dilakukan dengan memberi nomor bab dengan angka Arab dan nomor sub-bab/anak sub-bab bersangkutan dipisah dengan tanda titik dan tanpa diakhiri titik.
f. Bila masih diperlukan sub-sub bab, maka penamaannya menggunakan huruf kecil seperti pada butir (e) dan penomoran mengikuti pola penomoran di atas.
g. Awal alinea diketik mulai dari batas kiri bidang pengetikan. Dalam teks, sesudah tanda baca titik (.), titik dua (:), koma (,), dan titik koma (;) hendaknya diberi dua ketukan kosong, sedangkan sesudah koma diberi hanya satu ketukan kosong.
h. Semua bagian Tesis diketik dengan spasi 1.5, kecuali judul-judul dan keterangan gambar, grafik, lampiran, dan tabel. Jarak antara akhir judul bab dengan awal teks 3 (tiga) baris. Jarak antara akhir teks dengan sub-judul, maupun antara sub-judul dan awal teks berikutnya 2 (dua) baris. Jarak antar alinea sama dengan jarak antarbaris, yaitu satu setengah spasi.
i. Bagian kepala Tesis diberi nomor dengan angka Romawi kecil, sedangkan bagian tubuh, dan bagian ekor Tesis diberi nomor halaman dengan angka Arab. Nomor halaman dicantumkan di kanan atas, kecuali halaman bab baru penomorannya di tengah bawah.
(lihat Lampiran 2)
1.3 Pencetakan dan Penjilidan
Tulisan-tulisan yang berada di dalam Proposal Tesis maupun Buku Tesis dicetak dengan menggunakan tinta warna hitam, kecuali tulisan pada halaman sampul Buku Tesis dengan menggunakan warna merah tua. Untuk logo UDINUS dapat dicetak sesuai dengan warna aslinya, sedangkan untuk peta atau gambar yang warnanya mengandung nilai informasi harus dicetak sesuai warna aslinya.
Pencetakan tulisan pada menggunakan printer ink-jet, buble-jet atau laser-jet dengan resolusi normal.
Proposal Tesis dijid setelah mendapatkan persetujuan dari pembimbing yang ditandai dengan tanda tangan pembimbing masing-masing. Pada punggung Proposal Tesis dilapisi lak-ban warna hitam. Jumlah Proposal Tesis yang harus dijilid sebanyak 4 buah, masing-masing 1 buah untuk mahasiswa, 1 buah untuk setiap pembimbing dan 1 buah untuk sekretariat PPS MKTI UDINUS. Jika pembimbing tesis mahasiswa menggunakan advisor atau pembimbing luar, maka harus menambah 1 buah proposal lagi untuk pembimbing tersebut.
Buku Tesis dijilid dengan hard-cover dengan memberikan tambahan pita warna merah tua pada bagian atas tulang punggung Tesis dan pada keempat sudut halaman sampul Buku Tesis diberi penutup metal (klem segitiga). Buku Tesis yang harus dikumpulkan pada sekretariat PPS MKTI UDINUS sebanyak 2 buah.
BAB II
SUSUNAN PROPOSAL TESIS
2.1 [Halaman Sampul]
Halaman ini merupakan halaman sampul Proposal Tesis dan berisi keterangan yang menyatakan dengan urutan dari atas hingga ke bawah sebagai berikut:
• Jenis dokumen
PROPOSAL TESIS
• Judul Proposal Tesis secara lengkap
• Kata Penyusun
OLEH:
• Nama Lengkap Penyusun (Tanpa Gelar)
• Nomor Pokok Mahasiswa
• Lambang Universitas Dian Nuswantoro
• Nama Program Studi dan Universitas
PROGRAM PASCA SARJANA
MAGISTER KOMPUTER TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
• Tempat penyusunan
SEMARANG
• Tahun penyusunan
Semua huruf dicetak dengan huruf besar pada kertas buffalow warna kuning emas dan tinta cetak warna hitam. Komposisi huruf dan tata letak masing-masing bagian diatur simetris (centered alignment), rapi, dan serasi.
2.2 [Halaman Judul]
Halaman ini sama tepat dengan halaman sampul, tetapi dicetak pada kertas HVS-putih dengan tinta cetak warna hitam.
2.3 Pengesahan Proposal Tesis
Lembar ini berisi pengesahan Proposal Tesis oleh pembimbing Tesis sebagai bukti bahwa penyusunan proposal tersebut telah melalui proses bimbingan dan konsultasi dengan para pembimbing, serta siap untuk dipertahankan dihadapan Komiter Seminar pada Seminar Proposal Tesis. (lihat Lampiran 2 dan 3)
2.4 Abstrak
Halaman ini menyajikan intisari dari Proposal Tesis, yang mencakup:
• masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya
• metode yang digunakan
• hasil yang diharapkan
Dalam abstrak tidak diperkenankan mencantumkan informasi yang tidak dibahas dalam Proposal Tesis. Abstrak hendaknya tidak lebih daripada 200 kata dan tidak menyebutkan acuan (lihat Lampiran 12; tanpa diikuti penjelasan halaman).
2.5 [Bab-Bab Isi Proposal Tesis]
Umumnya isi Proposal Tesis mencakup topik/bab di bawah ini. Judul dari setiap bab diperbolehkan disesuaikan dengan topik dan kreativitas penulis, hanya substansi dan urutan setiap bab harus dipertahankan.
A. LATAR BELAKANG
Latar belakang berisi tentang berbagai alasan mengapa topik tersebut cukup penting untuk dibahas, dikaitkan dengan ruang lingkup pemanfaatan atau pendayagunaan teknologi komputer atau perkembangan teknologi informatika pada umumnya. Latar belakang hendaknya menggambarkan masalah aktual yang diduga atau memang memerlukan pemecahan masalah. Kejelasan timbulnya masalah akan mempermudah perumusan masalah.
B. PERUMUSAN MASALAH
Masalah yang akan dicari pemecahannya melalui penelitian yang diajukan untuk Tesis hendaknya dirumuskan dalam bentuk deklaratif tegas dan jelas guna menambah ketajaman perumusan, sehingga para pembaca nantinya dapat menyimpulkan bahwa isi Tesis dan kesimpulan Tesis memang merupakan jawaban masalah penelitian yang ditetapkan. Pada prinsipnya, masalah yang akan dicari penyelesaiannya harus cukup terbatas ruang lingkupnya agar dapat dimungkinkan pengambilan kesimpulannya yang definitif. Pengertian terbatas itu hendaknya ditetapkan dengan berorientasi pada prospek kegunaannya. Jika dalam perumusan masalah mengandung penelitian yang bersifat deskriptif, hendaknya dilengkapi dengan hipotesa atau hasil yang diharapkan.
C. TUJUAN DAN MANFAAT
Bab ini berisi uraian singkat mengenai rincian gambaran tujuan, solusi yang akan dicapai. Hal tersebut mencakup tujuan spesifik, lingkup luas, target solusi yang spesifik dan “deliverables” Tesis. Uraikan juga secara singkat tetapi jelas manfaat gagasan kreatif dari hasil Tesis ini untuk dikontribusikan kepada bidang ilmu pengatahuan dan teknologi, dan atau kepada pengembangan kelembagaan atau pembangunan, atau menimbulkan suatu inspirasi yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa lainnya. Secara umum tujuan dan manfaat ini dapat menggambarkan kontribusi yang diberikan penelitian Tesis.
D. TINJAUAN PUSTAKA
Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian yang akan dilakukan. Tinjauan pustaka menguraikan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari acuan yang akan dijadikan landasan untuk melakukan kegiatan penelitian. Uraian dalam tinjauan pustaka difokuskan pada acuan yang mengarah pada kerangka pemikiran atau konsep yang akan digunakan untuk penelitian. Tinjauan pustaka mengacu pada daftar pustaka dan usahakan pustaka yang terbaru, relevan dan asli.
E. METODE PENELITIAN
Uraikan metode yang digunakan dalam penelitian Tesis ini secara rinci. Uraian dapat mencakup variabel dalam penelitian, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data dan penafsiran, metode-metode analisis yang digunakan, model analisis dan pendekatan yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian sehingga dapat ditarik kesimpulan.
Metode penelitian dapat diadopsi dari konsep/framework/teori tertentu yang telah ada atau menyusun metode sebagai modifikasi dari metode yang telah ada. Pada prinsipnya, metode penelitian lebih difokuskan untuk memberikan arahan pada aktifitas/proses yang akan dikerjakan untuk mencapai tujuan Tesis dan bukan pada hasil atau solusi.
Oleh karena itu, dalam bagian ini hendaknya disampaikan kerangka pemikiran yang berisi tentang berbagai hal yang erat kaitannya dengan masalah penelitian untuk memberikan gambaran yang jelas tentang peranan masalah penelitian yang diteliti. Kerangka pemikiran harus utuh menuju satu tujuan yang tunggal yaitu memberikan jawab atas kalimat-kalimat deklaratif yang disusun dalam perumusan masalah. Kerangka pemikiran disusun dalam bentuk bagan/skema yang harus diuraikan dengan singkat tapi jelas.
2.6 Jadwal Penyusunan Tesis
Bab ini berisi tahapan penyusunan Tesis dilengkapi dengan milestone-nya. Dalam bab ini juga dapat ditambahkan hal-hal lainnya, misalnya kendala yang ada, kemungkinan perubahan/alternatif, dan lain-lain. Yang harus diperhatikan dalam Jadwal Penyusunan Tesis difokuskan pada proses, aktifitas atau rincian tugas/pekerjaan yang akan dilakukan bukan dalam bentuk bab penulisan.
2.7 Daftar Pustaka
Halaman ini berisi daftar pustaka/acuan yang digunakan dalam penyusunan Tesis. Bila terdapat lampiran-lampiran, maka lampiran tersebut diletakkan setelah Daftar Pustaka.
BAB III
SUSUNAN TESIS
Tiap Tesis Magister Komputer Teknik Informatika Universitas Dian Nuswantoro terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:
1. Bagian kepala, yang meliputi
A [HALAMAN SAMPUL]
B [HALAMAN JUDUL]
C PENGESAHAN STATUS TESIS
D PERNYATAAN PENULIS
E PERSETUJUAN TESIS
F PENGESAHAN TESIS
G ABSTRACT
H ABSTRAK
I ACKNOWLEDGMENTS
J DAFTAR ISI
K DAFTAR GAMBAR
L DAFTAR TABEL
M DAFTAR LAMPIRAN
N DAFTAR ISTILAH
2. Bagian tubuh, yang meliputi
A. BAB PENDAHULUAN
B. BAB-BAB ISI
C. BAB PENUTUP
3. Bagian ekor, yang meliputi:
A. DAFTAR
B. GAMBAR-GAMBAR (bila diperlukan)
C. TABEL-TABEL (bila diperlukan)
D. LAMPIRAN-LAMPIRAN (bila diperlukan)
E. RALAT (bila diperlukan)
3.1 Bagian Kepala
A. [HALAMAN SAMPUL]
Halaman ini merupakan kulit luar penjilidan Tesis, yang bahannya karton tebal dilapisi linen warna kuning emas (gold) dan selubung plastik transparan. Huruf-huruf pada sampul dicetak dengan tinta cetak warna merah tua (dark red), menyatakan dengan urutan dari atas hingga ke bawah sebagai berikut:
• Judul Tesis ditulis lengkap
• Kata Penyusun
Oleh:
• Nama Lengkap Penyusun (Tanpa Gelar)
• Nomor Pokok Mahasiswa
• Pernyataan Tujuan Tesis
Tesis diajukan sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Magister Komputer
• Lambang Universitas Dian Nuswantoro
• Nama Lengkap Program dan Universitas
PROGRAM PASCA SARJANA
MAGISTER KOMPUTER TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
• Tempat penyusunan
SEMARANG
• Tahun penyusunan
Huruf yang digunakan adalah Times New Roman, dan dicetak dengan huruf besar kecuali Kata Penyusun (hanya pada awal kata ‘Oleh’) dan Pernyataan Tujuan Tesis (hanya pada awal kata ‘Tesis’). Komposisi huruf dan tata letak masing-masing bagian diatur simetris, rapi, dan serasi. (lihat Lampiran 4)
Pada punggung halaman sampul dicetak nama familiar penulis, nomor pokok mahasiswa, judul Tesis, tahun Tesis disusun, nama program (MAGISTER KOMPUTER), nama universitas (UDINUS) dan logo universitas. Huruf yang digunakan Times New Roman dan huruf besar (balok) dengan pencetakannya mengikuti cara Anglo-Saxon, yaitu dari kiri ke kanan jika punggung buku menghadap pembaca dan halaman sampul menghadap ke atas.
Di bagian atas tengah pada punggung halaman sampul Tesis, diberi pita warna merah muda (untuk penanda halaman baca) sepanjang tingginya buku Tesis ditambah 5 (lima) cm. (lihat Lampiran 5)
B. [HALAMAN JUDUL]
Halaman ini sama tepat dengan halaman sampul, tetapi dicetak pada kertas HVS putih dengan tinta cetak warna hitam.
C. PENGESAHAN STATUS TESIS
Status Tesis dikategorikan menjadi 3 yaitu:
• Sangat Rahasia
Tesis dengan kategori ini mengandung isi tentang keselamatan atau kepentingan negara Indonesia.
• Rahasia
Tesis dengan kategori ini mengandung isi tentang kerahasiaan dari suatu organisasi/badan/vendor di mana penelitian dikerjakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh organisasi tersebut.
• Biasa
Selain kedua kategori di atas
Halaman ini boleh disertakan boleh tidak, jika tidak disertakan berarti status Tesis dianggap Biasa. Jika Status Tesis Sangat Rahasia atau Rahasia, maka wajib disertakan dengan disahkan oleh pembimbing utama atau advisor dan dilampiri surat dari pihak yang berkuasa/organisasi yang menyatakan bahwa Tesis tersebut berkategori Sangat Rahasia atau Rahasia. (lihat Lampiran 6 dan 7)
D. PERNYATAAN PENULIS
Halaman ini mengandung pengakuan dari penulis tentang keaslian isi Tesis sebagai karya sendiri bukan hasil saduran dari karya ilmiah lainnya kecuali cuplikan dan ringkasan yang disertai dengan sumber yang jelas. (lihat Lampiran 8)
E. PERSETUJUAN TESIS
Sebelum Tesis diujikan dalam Sidang Tesis, maka harus mendapatkan tanda tangan persetujuan dari semua pembimbing dan diperkuat (diketahui) oleh direktur MKTI UDINUS. Halaman ini juga menandakan bahwa penyusunan Tesis ini telah melalui prosedur pembimbingan dan pembimbing menyetujui terhadap isi dari Tesis yang Anda susun. (lihat Lampiran 9)
F. PENGESAHAN TESIS
Halaman ini akan ditandatangi dan disahkan oleh Dewan Penguji setelah Anda lulus Sidang Tesis dan telah dilakukan perbaikan-perbaikan (jika ada) sesuai denga masukan-masukan dari Dewan Penguji. (lihat Lampiran 10)
G. ABSTRACT
Halaman ini menyajikan intisari Tesis kepada pembaca dalam Bahasa Inggris, yang mencakup:
• masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya
• metoda yang digunakan
• hasil yang diperoleh, dan
• kesimpulan utama dan saran yang diajukan
Abstrak harus disertakan dalam 2 bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Abstrak dalam bahasa Inggris diletakkan di depan abstrak dalam bahasa Indonesia. Jangan sekali-kali mencantumkan informasi ataupun kesimpulan yang tidak dibahas dalam Tesis. Abstrak hendaknya tidak lebih daripada 200 kata dan tidak menyebutkan acuan. Pada akhir abstrak dicantumkan data tebal Tesis serta rincian ragam lampiran dan jumlah acuan yang digunakan serta kisaran tahun acuan tersebut. (Lampiran 10)
H. ABSTRAK (dalam bahasa Indonesia)
Halaman ini berisi intisari dari Tesis yang merupakan terjemahan dari abstrak Bahasa Inggris. (lihat Lampiran 12)
I. ACKNOWLEDGMENTS
Pada dasarnya halaman ini memuat ucapan terima kasih mahasiswa kepada mereka yang telah telah berjasa dalam penysunan Tesis. Misalnya, orang/lembaga yang memberikan ide, referensi, menyediakan peralatan penunjang Tesis atau yang memberikan biaya penulisan Tesis. Kalimat-kalimatnya pendek, terdiri dari beberapa alinea, namun tidak lebih dari ¾ halaman.
Judul ACKNOWLEDGMENTS diketik simetris di batas atas bidang pengetikan, tanpa penggarisbawahan dan tanpa pembubuhan titik akhir. Di akhir teks dicantumkan tempat, bulan dan tahun penyelesaian Tesis di kanan bawah, yang diikuti kata "Penulis" di bawahnya. Di bagian tengah bawah diketik nomor halaman dengan angka Romawi kecil. (lihat Lampiran 13)
J. DAFTAR ISI
Halaman ini memaparkan semua judul bab dan judul sub-bab dalam suatu daftar yang disusun secara vertikal. Semua judul bab diketik dengan huruf besar, sedangkan sub-bab, anak sub-bab dan rinciannya hanya huruf awalnya diketik dengan huruf besar.
Daftar Isi diawali dengan butir ABSTRACT, ABSTRAK, ACKNOWLEDGMENTS, DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL, DAFTAR LAMPIRAN (bila ada), yang diikuti keterangan halaman masing-masing (dalam angka Romawi kecil), kemudian diikuti rincian bab Bagian Tubuh Tesis, dan ditutup DAFTAR ACUAN. Tiap judul sub-bab dan anak sub-bab diketik makin ke dalam sesuai tingkatannya. (lihat Lampiran 14)
K. DAFTAR GAMBAR
Daftar ini memberikan kepada pembaca petunjuk yang memungkinkannya dengan cepat dan tepat mengetahui gambar apa saja yang ada dalam Tesis tersebut dan di halaman berapa kita dapat melihatnya. (lihat Lampiran 15)
L. DAFTAR TABEL
Daftar ini memberikan kepada pembaca petunjuk yang memungkinkannya dengan cepat dan tepat mengetahui tabel apa saja yang ada dalam Tesis tersebut dan di halaman berapa kita dapat melihatnya. (lihat Lampiran 16)
M. DAFTAR LAMPIRAN
Daftar ini memberikan kepada pembaca petunjuk yang memungkinkannya dengan cepat dan tepat mengetahui lampiran apa saja yang ada dalam Tesis tersebut dan di halaman berapa kita dapat melihatnya. (lihat Lampiran 17)
N. DAFTAR ISTILAH
Daftar ini berisi keterangan istilah-istilah yang digunakan dalam penulisan dan diperkirakan perlu untuk diterangkan/dijelaskan. (lihat Lampiran 18)
2.2 Bagian Tubuh
Dalam bagian ini tercantum teks yang secara ilmiah memaparkan penelitian yang dilakukan serta hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut. Penyajiannya lugas dan sistematis, menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah tata bahasa yang berlaku, dan pengejaannya sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pengindonesiaan istilah mengikuti Pedoman Umum Pembentukan Istilah, sedangkan ragam bahasa baku mengikuti Kamus Besar Bahasa Indonesia.
(lihat Lampiran 19)
A. BAB PENDAHULUAN
Dalam BAB PENDAHULUAN, yang merupakan BAB I Tesis, dikemukakan topik (penjelasannya lihat bab proposal tesis) sebagai berikut dengan singkat dan jelas:
a. latar belakang masalah yang akan dibahas
b. perumusan masalah dan ruang lingkupnya (termasuk hipotesa jika ada)
c. tujuan dan manfaat dilakukannya penelitian.
d. metode penelitian yang digunakan yang dilengkapai dengan kerangka pemikirian yang erat hubungannya dengan penelitian.
B. BAB-BAB ISI
Bagian ini memaparkan hasil penelitian dan mengemukakan pemikiran penulisnya. Hasil pengolahan data statistik dibahas dan dibandingkan dengan hasil atau pendapat peneliti lain di bidang tersebut, yang sumbernya tercantum dalam DAFTAR ACUAN/PUSTAKA. Setiap hasil penelitian yang ditulis, langsung diikuti pembahasan yang berkaitan dengan hasil tersebut. Hasil-hasil yang diperoleh kemudian dikaitkan dengan hipotesa yang dikemukakan.
Penamaan dari judul bab dari bab-bab isi diserahkan kepada kreativitas mahasiswa yang didasarkan pada topik Tesis yang diteliti. Yang perlu diperhatikan dalam menentukan urutan dari bab-bab isi ini adalah pemaparan hasil penelitian harus sistematis.
C. BAB PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir, yang memuat semua hasil penelitian secara sistematis. Biasanya diawali dengan kesimpulan yang memaparkan dari intisari dari hasil penelitian yang menjadi jawaban terhadap perumusan masalah yang dikemukakan pada bab pendahuluan. Pada akhir bab tersebut dapat dikemukakan saran yang berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan. Misalnya, bahan atau aspek yang dapat diteliti lebih lanjut.
3.3 Bagian Ekor
Bagian ini merupakan bagian akhir Tesis yang tidak ditandai oleh judul BAB, namun penomoran halamannya melanjutkan nomor halaman sebelumnya. Bagian akhir Tesis terdiri dari empat bagian, yaitu:
A. DAFTAR
Mengingat pentingnya Daftar Acuan dan kaitannya dengan tata cara pengacuan sumber dalam teks Tesis, maka bagian tersebut akan dibicarakan secara terpisah dalam BAB IV.
Penulisan daftar acuan di daftar pustaka menggunakan indeks mulai angka 1 sampai dengan n, urut bedasarkan nama pengarang. (lihat Lampiran 20)
B. GAMBAR-GAMBAR (bila diperlukan)
Gambar yang dirasa mengganggu jika dimuat pada bagian tubuh Tesis, mungkin karena ukuran atau formatnya tidak sama dengan halaman-halaman yang lain atau karena jumlahnya banyak, sebaiknya diletakkan pada bagian ekor Tesis. Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata GAMBAR di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor halaman, tetapi ikut dihitung.
Gambar, grafik, lukisan garis, ataupun foto hendaknya dirancang untuk memberikan pengertian yang lebih baik terhadap keterangan yang diberikan teks Tesis. Sebaiknya gambar merupakan hasil cetakan dari printer, agar dapat direproduksi dengan jelas dan baik. Sebaiknya tidak menggunakan gambar ataupun grafik yang dibuat pada kertas milimeter ataupun reproduksinya.
Bila dua gambar atau lebih diletakkan berdekatan untuk memudahkan pembandingan, hendaknya berjarak antara sekurang-kurangnya 0,5 cm. Gambar yang harus diletakkan memanjang, bagian atas gambar hendaknya diarahkan pada sisi penjilidan (dalam hal demikian maka pencantuman nomor halaman tetap sama seperti pada halaman lainnya). Tiap gambar hendaknya diberi garis bingkai.
Judul dan keterangan gambar ditempatkan 1 cm di bawah bingkai, diketik tidak melampaui batas kiri-kanan bingkai. Semua keterangan ditulis dengan huruf kecil, kecuali awal kata "Gambar", awal keterangan, dan kata nama, yang ditulis dengan huruf besar.
Penomoran gambar yang terletak di dalam teks Tesis dinyatakan dengan angka Arab dan diletakkan di bawah bingkai gambar mulai batas bingkai kiri ke kanan, dengan format:
Gambar x.y: Nama gambar.
x menyatakan bab di mana gambar tersebut berada
y menyatakan nomor urut gambar dalam bab tersebut
Contoh:
Gambar 4.2: Diagram Konteks SIP-UDINUS.
Gambar 4.9: Diagram ER Modul Pembayaran.
Sedangkan gambar yang terletak dilampiran tidak diberikan nomor gambar tetapi ditulis nama gambar pada baris berikutnya sesudah kata Lampiran XX (XX adalah nomor urut lampiran). Gambar yang terletak di luar teks (berada pada daftar lampiran) tidak didaftarkan pada Daftar Gambar melainkan pada Daftar Lampiran.
Gambar yang merupakan kelompok ditandai dengan huruf a, b, c, dan seterusnya.
C. TABEL-TABEL (bila diperlukan)
Tabel yang berukuran besar atau banyak jumlahnya yang dirasa mengganggu bila dimuat pada bagian tubuh Tesis sebaiknya diletakkan di bagian Tabel. Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata TABEL di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor tetapi ikut dihitung.
Tabel merupakan alat bantu visual yang bermanfaat untuk menyajikan data secara jelas dan menyeluruh, disamping memungkinkan perbandingan secara cepat. Untuk itu tabel hendaknya dirancang dengan baik dan cermat, susunannya logis dan sederhana, tanpa dijejali data yang tidak relevan.
Tabel dapat disusun memanjang dengan ketentuan sama seperti halnya Gambar. Bila tabel melebihi satu halaman, dapat dilanjutkan pada halaman berikutnya dengan ketentuan sebagai berikut:
Di batas atas bidang pengetikan dicantumkan identitas tabel diikuti keterangan "(Lanjutan)" - yaitu dalam tanda kurung diketik secara simetris. Dua spasi di bawahnya diketikkan keterangan kolom-kolom tabel, seperti tercantum pada awal tabel di halaman sebelumnya. Cara demikian diulang pada tiap halaman baru yang melanjutkan tabel yang sama. Garis penutup tabel diberikan hanya bila tabel sudah selesai seluruhnya.
Nomor tabel dinyatakan dengan angka Arab dengan aturan penomoran sama dengan pada gambar. Baris terakhir judul tabel berjarak 1 cm dari batas atas tabel. Keterangan tabel diketik di akhir tabel dengan huruf kecil, kecuali awal keterangan dan kata nama, yang diketik dengan huruf besar. Lebar keterangan tidak melebihi batas kiri-kanan bingkai tabel.
Gambar dan tabel yang besar dapat dibuat pada halaman lebar yang kemudian dilipat. Melipat halaman lebar tersebut hendaknya sedemikian rupa, sehingga sepertiga bagian ujung tabel terlipat membuka ke arah pembaca. Sekalipun demikian dianjurkan, agar memperkecil gambar ataupun tabel sehingga dapat dimuat pada satu halaman. Dalam hal demikian, judul dan keterangannya dibuat pada lembar hasil pengecilan, agar berukuran sama dengan judul dan keterangan gambar atau tabel lainnya.
Bilamana ada gambar, grafik, ataupun tabel yang dikutip dari literatur, hendaknya sumber dinyatakan dalam tanda kurung siku [Sumber: ... ]; pengacuan sumber disesuaikan cara pengacuan dalam teks Tesis.
Penomoran tabel yang terletak di dalam teks Tesis dinyatakan dengan angka Arab dan diletakkan di atas bingkai tabel mulai batas bingkai kiri ke kanan, dengan format:
Tabel x.y: Nama tabel [sumber: nomor urut sumber pada daftar pustaka].
x menyatakan bab di mana tabel tersebut berada
y menyatakan nomor urut tabel dalam bab tersebut
Contoh:
Tabel 3.1: Hubungan Antara Harga Software dan Hardware [Sumber: 12].
Tabel 4.5: Perkembangan Perangkat Lunak Sistem Operasi [Sumber: 7]
D. LAMPIRAN-LAMPIRAN (bila diperlukan)
Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata LAMPIRAN di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor, tetapi ikut dihitung.
Dalam LAMPIRAN disajikan keterangan-keterangan yang dianggap penting untuk Tesis, tetapi yang akan mengganggu kelancaran membaca bila dicantumkan di Bagian Tubuh Tesis. Nomor lampiran dinyatakan dengan angka Arab urut mulai dari 1 (satu) dan diketik di tengah bidang pengetikan. Judul lampiran diketik dengan huruf kecil, kecuali awal kata "Lampiran", awal keterangan, dan kata nama, yang diketik dengan huruf besar. Baris pertama teks lampiran diketik dua spasi di bawah baris terakhir judul lampiran.
E. RALAT (bila diperlukan)
Bila seluruh Tesis telah selesai diketik dan ternyata terdapat beberapa kesalahan, maka dapat dibuat suatu ralat. Seandainya pada satu halaman terdapat lebih dari tiga pembetulan, maka sebaiknya halaman tersebut diketik ulang.
Ralat dibuat pada halaman tersendiri, tanpa diberi nomor halaman dan ditempatkan di akhir Bagian Ekor, yaitu sebelum halaman kulit sampul belakang, sebagai halaman lepas tidak dijilid.
BAB IV
PENULISAN ACUAN TESIS
Sebagai karya ilmiah maka Tesis harus dilengkapi acuan kepada sumber informasi untuk menguatkan pernyataan yang tertulis. Sumber informasi tersebut dihimpun dalam suatu daftar acuan yang diberi judul DAFTAR
Sumber data ataupun pengamatan yang tidak dipublikasikan atau yang berasal dari komunikasi pribadi tidak dicantumkan dalam daftar acuan tersebut. Kalaupun ada jenis informasi demikian dimanfaatkan, maka pengacuannya dalam teks Tesis dinyatakan sebagai berikut: di akhir bagian yang menyatakan informasi tersebut dicantumkan keterangan dalam tanda kurung siku sebagai berikut: [data tidak dipublikasikan]
4.1 Pengutipan Acuan di Dalam Teks
1) Di dalam teks Tesis, pengacuan pada sumber informasi dapat merupakan bagian kalimat atau suatu paragraf saja, di mana sumber acuan harus dituliskan. Format penulisan sumber acuan adalah ‘(Nomor urut acuan dalam daftar pustaka)’.
Contoh:
Rekayasa informasi adalah ......... (32).
2) Cara penulisan kutipan diletakkan di dalam tanda kutip. Bila sebelum kutipan digunakan kata "menulis" atau "mengatakan" maka biasanya diikuti dengan tanda koma, sedangkan kata lainnya biasanya diikuti oleh tanda titik dua.
El Manik memberikan pendapatnya mengenal dunia perfilman di Indonesia: "Film Indonesia belum bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri."
El Manik menulis, "Film Indonesia belum bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.”
El Manik berpendapat "Film Indonesia belum bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.”
3) Kutipan sepanjang empat baris atau lebih biasanya ditulis dalam suatu blok atau bentuk tampilan. Kutipan ditulis mulai sepuluh ketukan dari tepi kiri, jarak antarbarisnya satu spasi, dan tidak diletakkan di dalam tanda kutip kecuali bila terdapat tanda kutip dalam teks aslinya. Bila terdapat kata yang dihilangkan maka dapat digunakan tanda elipsis yaitu tiga ketukan dengan tanda titik. Bila ingin menambahkan kata atau kalimat, dapat diletakkan di dalam tanda kurung siku.
Jenderal Eddy Sudrajat mengatakan bahwa:
Pelantikan Jenderal Faisal Tanjung sebagai panglima TNI akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 8 Mei 1993. …..… Jenderal Feisal Tanjung [saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Umum ABRI] adalah seorang lulusan AKABRI angkatan 1962. (45)
4.2 Daftar Pustaka/Acuan
Sumber informasi yang dimasukkan dalam Daftar Acuan dapat berupa:
a. buku seluruhnya
b. bab atau bagian suatu buku
c. monografi
d. makalah dalam majalah ataupun yang berasal dari suatu symposium atau pertemuan ilmiah lainnya
e. laporan ataupun naskah penerbitan suatu badan atau lembaga resmi.
Naskah yang belum diterbitkan, namun sedang dipersiapkan untuk pencetakannya dapat dicantumkan dengan membubuhkan keterangan [sedang dicetak] di akhir acuan.
Sumber informasi yang dicantumkan dalam Daftar Acuan hendaknya yang benar-benar diperiksa atau dibaca secara langsung serta relevan dengan masalah penelitian. Pemanfaatan informasi berupa abstrak sedapat mungkin dihindari. Bilamana dianggap perlu benar, maka di akhir acuan hendaknya dibubuhkan keterangan [abstrak].
Pengetikan Daftar Acuan mengikuti ketentuan umum yang ditetapkan. Judul DAFTAR
4.2.1 Penulisan Sumber Acuan untuk Buku
Unsur-unsur yang harus ada dalam penulisan daftar acuan untuk buku adalah:
Penulis (Tahun). Judul Buku. Edisi. Tempat Terbit: Penerbit.Hal
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan acuan pada daftar pustaka/acuan:
a. Jarak antar unsur adalah satu ketukan kosong (setelah tanda titik).
b. Nama penulis ditulis terbalik atau berdasarkan nama keluarganya. Bila terdapat beberapa penulis maka nama penulis kedua dan selanjutnya tidak lagi dituliskan terbalik melainkan berdasarkan nama yang tertulis di buku yang dijadikan acuan.
c. Tahun penerbitan yang dipakai adalah tahun terakhir saat buku itu diterbitkan.
d. Jika acuan ditulis oleh dua pengarang, maka kedua nama pengarang dituliskan dengan menambahkan kata dan (untuk acuan buku berbahasa Indonesia) atau kata and (untuk buku acuan berbahasa Inggris) di antara nama kedua pengarang tersebut. Nama pengarang kedua tidak perlu dibalik melainkan ditulis dengan urutan biasa. Tetapi, jika acuan disusun oleh lebih dari dua pengarang, maka hanya nama pengarang pertama dituliskan, diikuti keterangan dkk. atau et al. di belakangnya (dicetak miring).
Atkinson, L.V. (1980). Pascal Programming. New York: Free Press.
Golub, G.H. and Wolter R. Mears (1989). Matrix Computations. 2nd ed. Baltimore: The Johns Hopkins University Press. 150-178
Presman, Roger S., Ph.D et al. (1997). Sofware Engineering. 4th ed. Singapore: McGraw-Hill.
4.2.2 Pencantuman Sumber Acuan untuk Majalah
Unsur-unsur yang harus ada adalah:
Penulis (Tahun). “Judul Artikel,” Nama Majalah. Nomor(Volume). Halaman.
Bernstein, P.A. and D.W. Shipman, D.W. (1980). "The Correctness of Concurrency Control Mechanism in a System for Distributed Database," ACM Trans on Database System. 5. 52-68.
Kuttner, Bob. (1983). "The Declining Middle," Atlantic Monthly. July. 60-72.
Pothen, A. (1988). "Simplicial cliques, shortest elimination trees,and supernodes in sparse Cholesky factorization," Technical Report CS-88-13, Dept. of Compuler Science. Pennsylvania: The Pennsylvania State University, University Park.
Catatan:
Singkatan nama majalah disesuaikan dengan peraturan internasional yang berlaku. Ketentuan untuk itu dikemukakan antara lain dalam World list of scientific periodicals.
1. Dalam contoh pertama, tanda baca titik mengakhiri singkatan nama majalah yang dicetak miring. Angka 5 menyatakan volume majalah (dalam majalah Indonesia biasanya "Tahun ke-5" atau "Tahun V,").
2. Judul artikel diletakkan dalam tanda petik dan nama majalah ditulis miring.
3. Untuk technical report, yang biasanya dikeluarkan oleh suatu universitas, yang dicantumkan adalah nama report tersebut, nama dan alamat universitas atau institusi yang mengeluarkan serta nomor dan tahun penerbitan.
4. Nomor volume tidak perlu disebutkan untuk penerbitan mingguan atau bulanan tetapi selalu disebutkan untuk majalah triwulanan.
5. Nomor majalah di bawah 100 ditulis penuh: 60-72. Untuk nomor lebih besar dari 100 dan dalam batasan 100, hanya dua angka terakhirnya disebutkan: 208-22, tetapi 163-207.
4.2.3 Pengarang Tidak Dikenal
Jika sumber informasi yang digunakan tidak mencantumkan nama penulis ataupun editor, maka acuan menggunakan:
Nama Tim Penyusun (Tahun). Judul Buku. Tempat Penerbitan: nama penerbit (ataupun lembaga yang menerbitkan).
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1985). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: P.N. Balai Pustaka.
Tim Penelaah Bidang Pengetahuan Alam (1985). Tinjauan tentang perairan Indonesia bagian Timur untuk mendasari pemilihan lokasi stasiun penelitian laut. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Anonymous (1999). The Healers. New York: Putnam.
4.2.4 Editor
Posisi nama editor diletakkan sesudah judul buku dengan namanya ditulis dengan susunan nama biasa, sedangkan nama pengarang tetap diletakkan di depan.
Saroyan, William (1983). My Name Is Saroyan. Ed. James H. Tasjian. Now York: Coward-McCann.
4.2.5 Judul dalam Judul
Jika sumber informasi berupa karangan ilmiah yang dimuat dalam suatu himpunan karangan, maka acuan mencantumkan nama penulis yang karangannya digunakan, disertai keterangan lengkap mengenai himpunan karangan yang menjadi asal acuan tersebut.
Morton, K.W. (1968). "Initial-value Problems by Finite Difference and Other Methods.” Studies in - The state of the art in Numerical Analysis, Ed. D. Jacobs (1980). Oxford: Academic Press.
Sukardjo, Atika (1993). "Pengaruh Lingkungan Keluarga Pada Perkembangan Anak." Studi Dalam: Perkembangan Anak di Indonesia. Jakarta: Balai Cipta.
Catatan:
Penulisan kata "Dalam" dicetak miring dan diikuti tanda baca titik dua.
4.2.6 Terjemahan
Jika sumber informasi berupa karya terjemahan, maka pencantumannya dalam Daftar Acuan dituliskan sebagai berikut:
Nama Penulis Asli (Tahun). Judul Buku dalam terjemahan. [Terjemahan: atau Translate:] Nama Penerjemah (Tahun). Tempat Penerbitan Terjemahan: Nama Penerbit Terjemahan.
Mitchell, A.R. & Griffiths, D.F. (1985). Metoda Beda Hingga untuk Persamaan Differensial Parsial. Terjemahan: T. Basaruddin (1986). Jakarta: Pusat Antar Universitas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Beauvoir, Simone de (1982). When Things of the Spirit Come First. Translate: Patrick O'Brien (1985). New York: Pantheon.
4.2.7 Tesis
Format penulisan sumber acuan yang berasal dari Tesis atau Disertasi adalah :
Nama Penulis (Tahun). Judul. Jenis Tesis. Nama Institusi.
Kharis Widiyatmoko (2003). Rekayasa Perangkat Lunak Translator English-Indonesia dan Indonesia-Inglish. Tesis Magister Komputer. Universitas Dian Nuswantoro.
Edy Mulyanto (2003). Analisa Tingkat Kebutuhan Pangan (Nasi) Masyarakat Indonesia Berdasarkan Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia Dalam Menentukan Luas Ladang Padi dan Ketersediaan Pangan Yang Aman. Tesis Doktor Ekonomi. Universitas Merdeka.
4.2.8 Perangkat Lunak Komputer
Jika sumber informasi berupa manual perangkat lunak, maka pencantumannya dalam Daftar Acuan dituliskan sebagai berikut:
Nama Penulis (Tahun). Judul manual perangkat lunak. Versi. Tempat Diterbitkan: Nama Penerbit.
Kusmiak, Gene (1999). Microsoft Office 2000 Guideline. Home Edition. Singapore: Microsoft Inc.
4.2.9 Paten
Jika sumber informasi berupa paten dari hasil penemuan, maka pencantumannya dalam Daftar Acuan dituliskan sebagai berikut:
Penemu (Tahun). Judul Paten. Nama, Nomor Paten.
Lindgren, E. A. (1960). Screen Room Air Inlet and Wave Guard. U.S. Patent 2, 925,457.
4.2.10 Bahan yang Ditulis Oleh Pengarang yang Sama
Jika menggunakan lebih dari satu sumber yang ditulis oleh pengarang yang sama, maka nama pengarang dituliskan lengkap pada entry pertama.
Liu, J.W.H. (1986). "A compact row storage scheme for Cholesky factors using elimination trees", ACM Trans on Math Software. 12. 127-148.
------------- (1990). " The role of elimination trees in sparse factorization", SIAM J Matrix Anal & Appl. 11. 134-172.
Jika sumber-sumber yang ditulis pengarang yang sama diterbitkan dalam tahun yang sama, maka data tahun penerbitan diikuti lambang a, b, c, yang urutannya ditentukan secara kronologis berdasarkan tanggal atau bulan penerbitannya, atau berdasarkan abjad judul karangan masing-masing jika keterangan saat yang tepat penerbitannya tidak diketahui.
Stewart, GA (1979a). "A Note on The Perturbation of Singular Values." Lin. Alg and Its Appl. 28. 213-228.
-------------- (1979b). " Perturbation Bounds for The Definite Generalized Eigenvalue Problem." J. Inst. Math. Appl. 23. 203-215.
4.3 Daftar Acuan Dari Internet
Walaupun internet menyediakan sumber acuan yang amat luas, namun isi dari internet biasanya tidak kekal dan senantiasa mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Keadaan ini menjadikan sumber acuan yang tidak reliable untuk jangka panjang. Oleh karena itu, internet hendaknya hanya dijadikan sebagai alat dalam mendapatkan sumber topik atau sumber asal suatu acuan.
4.4 Tata Nama dan Sistem Pengacuan
Sebagaimana tampak dalam contoh di atas, dalam Daftar Acuan nama penulis dibuat dengan mencantumkan nama keluarga atau nama terakhir terlebih dahulu, diikuti hurut pertama nama keciInya (initial). Di bawah ini diberikan beberapa contoh untuk menentukan nama penulis:
1. Sebutan Sr. (Senior) ataupun Jr. (Junior) dan urutan keturunan dicantumkan sesudah nama pengarang.
Talmadge E. King Jr. menjadi King Jr., T.E.
Ira Raymond Edwards III menjadi Edwards III, I.R.
2. Nama yang dimulai dengan Mc, St., Ste. diletakkan pada urutan nama dengan ejaan Mac, Saint, Sainte, jadi:
MacMillan, J. [dalam abjad M] mendahului McGuiness, D.
3. Nama ganda ditulis berdasarkan nama pertamanya:
Bertrand Poirot-Delpech menjadi Poirot-Delpech, B.
Sven-Erik Larsson menjadi Larsson, S.-E.
4. Nama Spanyol, yang mencantumkan nama ayah dan ibu dengan penanda posesif y dituliskan sebagai berikut:
Juan Perez y Fernandez menjadi Perez y Fernandez, J.
5. Nama dengan prefiks dituliskan berdasarkan prefiksnya (biasanya nama Inggris, Italia, Prancis, Spanyol).
J. E De Vries menjadi De Vries, J. E.
M. Du Prada menjadi Du Prada, M.
M. J O'Connor menjadi O'Connor, M.J.
D. D Van Slyke menjadi Van Slyke, D.D.
6. Nama-nama Belgia, Belanda, Jerman, Swedia disusun berdasarkan nama, bukan prefiks.
A. von Bayer menjadi menjadi Bayer, A. von
H. J. den Hertog menjadi Hertog, H.J. den
J. H. van't Hoff menjadi Hoff, J.H. van't
C. zu Stolberg menjadi Stolberg, C. zu
7. Nama Cina ditulis berdasarkan nama keluarga.
Gan Koen Han menjadi Gan, K.H.
Lie-Injo Luan Eng menjadi Lie-Injo, L.E.
8. Nama India (dengan das), Arab, dan Yahudi (el, ibn, abdel, ben).
J. Ben Barak menjadi Ben Barak, J.
K. K. Das Gupta menjadi Das Gupta, K.K.
A. El Gafar menjadi El Gafar, A.
M. Ibn Saud menjadi Ibn Saud, M.
9. Nama Indonesia, berdasarkan nama keluarga atau yang dianggap sebagai penggantinya.
N. Sutan Iskandar menjadi Iskandar, N.St.
M. Lubis menjadi Lubis, M.
Boen S. Oemarjati menjadi Oemarjati, B.S.
10. Baptis, Haji/Hajjah, Gelar Bangsawan, Gelar Profesi, Pangkat Militer dan Gelar Akademik ditulis di belakang nama.
Prof. Dr. Ir. H. Eko Budiharjo, M.Sc. menjadi:
Eko Budiharjo, H., Ir., M.Sc., Dr., Prof.
Dr. St. Dwiarso Utomo, S.E., M.Kom. Akt. menjadi:
Dwiarso Utomo, St., Akt., S.E., M.Kom., Dr.
Jendral Da’i Bachtiar, S.H. menjadi:
Da’i Bachtiar, S.H., Jendral.
BAB V
FORMAT TDE
5.1 Format File Tesis Preview
Isi dari File Tesis Preview terdiri dari item-item berikut:
a. [Halaman Judul]
b. Pengesahan Status Tesis
c. Pernyataan Penulis
d. Abstract
e. Abstrak
f. Acknowledgments
g. Daftar Isi
h. Sepuluh halaman pertama BAB I
Semua isi File Tesis Preview disimpan dalam satu file saja, dengan nama file dapat dibaca pada penjelasan penamaan file dan direktori.
5.2 File Tesis Lengkap
File Tesis Lengkap terdiri dari semua isi Tesis, termasuk juga semua isi dari bagian kepala, bagian isi dan bagian ekor.
Semua isi dari File Tesis Lengkap disimpan dalam satu file saja dengan nama file dapat dibaca pada penjelasan penamaan file dan direktori.
5.3 File Executable Program (jika ada)
Jika dalam Tesis mengandung/memuat program yang mendukung isi dan kualitas Tesis, maka file executable program beserta file-file pendukungnya harus disertakan dalam TDE. Nama-nama file terserah Anda, tetapi diusahakan disesusaikan dengan fungsi dari tersebut.
File-file executable program disimpan dalam direktori tersendiri dengan aturan penamaan direktori dapat dibaca pada penjelasan penamaan file dan direktori.
5.4 File Source Code Program (jika ada)
Semua source code program yang mendukung isi dan kualitas Tesis harus disertakan dalam TDE, sehingga para pembaca dapat mempelajari dan mengkaji alur program untuk tujuan pengembangan agar menjadi lebih sempurna sesuai dengan kebutuhan.
File-file source program disimpan dalam direktori tersendiri dengan aturan penamaan direktori dapat dibaca pada penjelasan penamaan file dan direktori.
5.5 File Dokumentasi (jika ada)
Untuk memudahkan penggunaan program, mempelajari alur program dan mengembangkan program, hendaknya disertai dengan dokumentasi yang ringkas tetapi jelas. File dokumentasi dapat terdiri dari beberapa file atau satu file saja, dengan penamaan file disesuikan dengan fungsi dari file tersebut.
File dokumentasi disimpan dalam direktori tersendiri dengan aturan penamaan direktori dapat dibaca pada penjelasan penamaan file dan direktori.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyediakan file dokumentasi:
a. Tipe file boleh pdf atau doc.
b. Diketik dengan font Times New Roman, dengan font size 11 (untuk isi penjelasan).
c. Paper Size A4 (29.7 cm x 21 cm)
d. Margin= Top: 3 cm, Bottom: 3 cm, Left: 4 m, Right: 2,5 cm.
e. Setiap halaman diberi nomor halaman, mulai dari 1.
f. Setiap dokumen diberi halaman judul yang menjelaskan tentang fungsi dokumentasi.
5.6 Penamaan File dan Direktori
a. File Tesis Preview dan File Tesis Lengkap
File Tesis Preview dan File Tesis Lengkap diletakakkan pada root directory (direktori utama), dengan aturan penamaan file sebagai berikut:
di mana:
xxx : kode PPS MKTI UDINUS
yy : 2 (dua) digit terakhir tahun angkatan penyusun
a : angkatan mahasiswa (1 – n)
zzzzz : nomor urut nomor pokok mahasiswa
tt : 2 (dua) digit terkhir tahun Tesis tersebut diterbitkan
s : status kandungan Tesis.
S – Sangat Rahasia
R - Rahasia
B - Biasa
k : kategori kandungan Tesis
P - Preview
L – Lengkap
Contoh 1:
Maulana Didik, Nomor Pokok Mahasiswa: P31.2002.00025, angkatan 1, mahasiswa PPS MKTI UDINUS, tahun lulus 2003, status tesis rahasia, maka penamaan file-nya adalah:
didikmp311020002503rp.pdf (File Tesis Preview)
didikmp311020002503rl.pdf (File Tesis Lengkap)
Contoh 2:
Aris Nurhindarto, Nomor Pokok Mahasiswa: P31.2002.00034, angkatan 1, mahasiswa PPS MKTI UDINUS, tahun lulus 2003, status tesis biasa, maka penamaan file-nya adalah:
arisnp311020003403bp.pdf (File Tesis Preview)
arisnp311020003403bl.pdf (File Tesis Lengkap)
Contoh 3:
Adryan Maulana Zaki, Nomor Pokok Mahasiswa: P31.2002.00137, angkatan 2, mahasiswa MKTI UDINUS, tahun lulus 2004, status tesis sangat rahasia, maka penamaan file-nya adalah:
ryanmzp312020013704sp.pdf (File Tesis Preview)
ryanmzp312020013704sl.pdf (File Tesis Lengkap)
b. File Executable Program, Source Code Program, dan Dokumentasi
File-file Executable Program, Source Code Program, dan Dokumentasi diletakakkan pada direktori, dengan aturan penamaan direktori sebagai berikut:
di mana:
xxx : kode PPS MKTI UDINUS
yy : 2 (dua) digit terakhir tahun angkatan penyusun
a : angkatan mahasiswa (1 – n)
zzzzz : nomor urut nomor pokok mahasiswa
tt : 2 (dua) digit terkhir tahun Tesis tersebut diterbitkan
s : status kandungan Tesis.
S – Sangat Rahasia
R - Rahasia
B - Biasa
m : kode direktori berdasarkan jenis file
E – Executable file
S – Source Code file
D – Documentation file
Contoh
Adryan Maulana Zaki, Nomor Pokok Mahasiswa: P31.2002.00137, angkatan 2, mahasiswa MKTI UDINUS, tahun lulus 2004, status tesis sangat rahasia, maka penamaan direktorinya adalah:
a. Nama direktori untuk file-file executable program.
ryanmzp312020013704se
a. Nama direktori untuk file-file source code program.
ryanmzp312020013704ss
a. Nama direktori untuk file-file dokumentasi.
ryanmzp312020013704sd
5.7 Halaman Depan CD-TDE
Berisi informasi:
• Judul Tesis
• Tahun Pembuatan
• Status Tesis
• Penyusun
• Nomor Pokok Mahasiswa
• Tanda Tangan Pembimbing Utama
• Nama Program
Informasi tersebut disusun simetris, rapi dan serasi dengan ukuran huruf disesuaikan dengan bidang penulisan. Warna kertas kuning emas untuk halaman depan CD-TDE adalah kuning emas, sedangkan halaman belakangnya warna putih dengan ukuran masing-masing 12 cm x 12 cm. (lihat Lampiran 21)
5.8 Halaman Belakang CD-TDE
Berisi abstrak dari Tesis yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. (lihat Lampiran 22)
DAFTAR PUSTAKA
1. Anonymous (2002). Guidelines For The Preparation And Submission Of Your Thesis Or Dissertation. Revised Ed. Louisiana Tech Graduate School
2. Anonymous (2002). Guidelines on Thesis Preparation. The Hong Kong University of Science and Technology
3. Erika Simpson (2002). Thinking about Your Thesis?. University of Western Ontario, London.
4. Tim (2003). Panduan Akademik Program Pascasarjana. Universitas Parahayangan.
5. Tim (2002). Panduan Menulis Tesis. Universiti Teknologi Malaysia.
6. Tim (2002). Petunjuk Teknis Penyusunan Dan Penulisan Tesis. Program Magister Teknologi Informasi, Universitas Indonesia.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1
Bidang Pengetikan
Lampiran 2
Contoh Persetujuan Proposal Tesis
(Pra-Seminar Tesis)
*) Disertakan jika pembimbing 1 (kiri atas) dan 2 (kanan atas) Magister (S-2), atau ada pembimbing luar.
Lampiran 3
Contoh Pengesahan Proposal Tesis
(Pasca-Seminar Tesis)
Catatan:
*) Disertakan jika pembimbing 1 (kiri atas) dan 2 (kanan atas) Magister (S-2), atau ada pembimbing luar.
Lampiran 4
Contoh Halaman Sampul
Lampiran 5
Contoh Halaman Punggung
Lampiran 6
Lembar Pengesahan Status Tesis
Lampiran 7
Contoh Surat Pengesahan Status Tesis
Catatan:
Contoh di atas adalah Tesis yang dibuat oleh mahasiswa dengan nama AHMAD JUPRI yang mengambil obyek penelitian di Universitas Dian Nuswantoro. Oleh karena pimpinan memandang bahwa hasil dari Tesis ini mempunyai nilai dan potensi untuk dikomersialkan di masa depan, maka pihak pimpinan memasukkan Tesis ini dalam kategori Rahasia, sehingga dikeluarkan surat ini.
Lampiran 8
Contoh Pernyataan Penulis
Lampiran 9
Contoh Persetujuan Tesis
o *) Disertakan jika pembimbing 1 (kiri atas) dan 2 (kanan atas) Magister (S-2), atau ada pembimbing luar.
o Jika pembimbing 1 Doktor (S-3) dan tidak ada pembimbing luar, maka posisi yang mengetahui diletakkan ditengah simetris.
Lampiran 10
Contoh Pengesahan Tesis
Lampiran 11
Contoh Abstrak Dalam Bahasa Inggris
Lampiran 12
Contoh Abstrak Dalam Bahasa Indonesia
Lampiran 13
Contoh Acknowledgments
Lampiran 14
Contoh Daftar Isi
Lampiran 15
Contoh Daftar Gambar
Lampiran 16
Contoh Daftar Tabel
Lampiran 17
Contoh Daftar Lampiran
Lampiran 18
Contoh Daftar Istilah
Lampiran 19
Contoh Pengetikan Teks
Catatan :
(1) Kata asing (bukan Bahasa Indonesia) ditulis miring (italic). Tanda kurung buka ‘(‘ rapat dengan huruf yang mengikutinya, sedangkan tanda kurung tutup ‘)’ rapat dengan huruf sebelumnya.
(2) Tanda baca koma rapat terhadap r, tetapi berjarak satu ketukan kosong terhadap huruf s
(3) Tanda baca titik rapat terhadap huruf yang mendahuluinya, tetapi berjarak satu ketukan kosong terhadap huruf yang mengikutinya.
(4) Tanda baca titik dua rapat terhadap h, tetapi berjarak satu ketukan kosong terhadap huruf b
(5) Tanda baca titik koma rapat terhadap huruf yang mendahuluinya, tetapi berjarak satu ketukan kosong terhadap huruf yang mengikutinya.
Lampiran 20
Contoh Daftar Acuan
Lampiran 21
Contoh Halaman Depan CD-TDE
Lampiran 22
Contoh Halaman Belakang CD-TDE

